PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com- Pemkab Padang Lawas Utara (Paluta) melaksanakan Penandatanganan MOU dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( FORKOPIMDA) Jihad Menentang Tempat Maksiat di Wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara, Rabu (25/6).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Reski Basyah Harahap, Wakil Bupati H. Basri Harahap, Ketua DPRD Paluta Mula Rotua, Wakapolres, Kompol Rapi Pinakri, SIK, Kajari Paluta diwakili oleh Kasi Pidum Juanda Fadli, SH, MH, Danramil 06/Dolok Kapten Inf. Jungkarnaen Siregar, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara Dr. Patuan Rahmat Syukur P Hasibuan, Perwakilan Denpom, Dandim 0212 Tapanuli Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Danyon 123 Rajawali, Danyon C. Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Dansubdenpom I/2-3 Kota Padangsidimpuan, Pimpinan OPD, Camat, organisasi keagamaan, OKP, mahasiswa dan tamu undangan lainnya.

Bupati Reski Basyah Harahap dalam sambutannya menyampaikan bahwa Penandatanganan MoU ini menjadi wujud sinergi antara eksekutif, legislatif, aparat keamanan, penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Kita butuh dukungan semua pihak, terutama Forkopimda, dalam membentuk satgas penanggulangan maksiat, melakukan razia rutin, edukasi moral, serta penindakan hukum yang tegas dan berkeadilan,” kata bupati

Penandatanganan MOU adalah wujud nyata komitmen dan keseriusan Pemkab Paluta dalam hal memberantas maksiat yang mengancam tatanan masa depan masyarakat.

“Jihad ini bukan berarti melakukan tindakan represif atau anarkis, melainkan gerakan massif dan terstruktur melalui edukasi, pembinaan, penegakan aturan, serta peran aktif masyarakat dalam pencegahan,” ujarnya.

Senada Kasatpol PP Paluta, Indra Saputra Nasution menjelaskan bahwa gerakan ini sebagai gerakan bersama, jihad bersama, dan komitmen jangka panjang untuk membangun lingkungan yang bersih dari maksiat dan penuh dengan nilai-nilai keimanan serta ketakwaan.

“Semoga MOU ini menjadi awal dari gerakan besar perubahan moral dan sosial di tengah masyarakat Paluta,” pungkasnya. (Asmar Siregar)