PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Sejumlah warga dibuat geram setelah menemukan dugaan bahan bakar minyak (BBM) yang bercampur dengan air di SPBU Tano Ponggol, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (10/12).

Kejadian ini memicu keresahan karena banyak kendaraan yang tiba-tiba mogok setelah mengisi BBM di SPBU tersebut.

Keluhan bermula dari unggahan warga di media sosial yang memperlihatkan sampel BBM berwarna keruh dan terlihat lapisan cairan yang memisah dan diduga kuat merupakan air.

“Saya baru isi bensin beberapa menit, motor langsung mati total. Setelah dicek, ternyata BBM nya bercampur air. Jelas kami kecewa dan marah,” kata salah satu warga yang tak mau namanya di sebut.

Senada disampaikan Amran Harahap mengaku banyak pemilik kendaraan harus menguras tangki dan mengganti beberapa komponen agar mesin kembali normal.

“Sudah ada belasan kendaraan yang datang ke pihak SPBU untuk menuntut ganti rugi,” ujarnya.

Pihak SPBU yang diduga menjadi sumber permasalahan belum memberikan keterangan resmi. Namun pihak Pemerintah Kabupaten Paluta telah turun tangan untuk mengambil sampel BBM dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, kita langsung turun melakukan pengecekan,” kata Kabag Perekonomian dan SDA pada Setdakab Paluta Jhonson M Siregar.

Dari hasil uji coba, pompa 1 untuk BBM jenis Pertalite pada SPBU Tano Ponggol positif terkontaminasi atau bercampur air dengan kandungan hingga 20 persen. Sedangkan untuk pompa 4 jenis Pertalite masih dalam kondisi aman.

“Hasil ujicoba, pompa 1 untuk Pertalite positif bercampur air dan pompa 4 masih aman dan tidak bercampur,” tambahnya.

Karena itu, pihak Pemkab Paluta memerintahkan agar pompa 1 ditutup dan pompa 4 masih bisa beroperasi melayani masyarakat konsumen.

“Untuk pompa 1, sudah kita segel dan suruh ditutup sampai dilakukan pembersihan tangki atau cleaning tank oleh pihak SPBU,” tegasnya.

Sedangkan untuk penyebab bercampurnya BBM tersebut belum diketahui hingga nantinya dilakukan pengecekan dan penelusuran secara menyeluruh. (Asmar Siregar-HT)