PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Duka mendalam menyelimuti warga Desa Siancimun, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Empat bocah ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah kolam ikan milik warga pada Kamis (5/3) petang.
Peristiwa tragis tersebut diketahui sekitar pukul 18.35 WIB, setelah para orang tua korban menyadari anak-anak mereka tidak kunjung pulang ke rumah hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Khawatir terjadi sesuatu, orang tua korban kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan menanyakan keberadaan anak-anak tersebut kepada teman-temannya, termasuk kepada salah satu kakak korban.
Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa keempat anak tersebut terakhir kali terlihat sedang bermain dan mandi-mandi di sebuah kolam ikan milik warga bernama Maruli Nasution yang berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga.
Saat dilakukan pengecekan ke lokasi kolam, warga menemukan keempat anak tersebut sudah dalam kondisi mengambang di permukaan air dan sudah tidak bernyawa.
Warga bersama keluarga korban kemudian mengevakuasi jenazah anak-anak tersebut dan membawanya ke rumah salah satu keluarga untuk disemayamkan secara bersama.
Adapun keempat korban yang meninggal dunia yakni: Juhar Partaonan Tanjung (4 tahun), Azizi Wahab Tanjung (7 tahun), Fitri Rivai (8 tahun) dan Sri Anggun Rivai (5 tahun).
Kepala Desa Siancimun, Ardi Harahap dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Ke empat korban katanya sudah dilakukan visum dari dokter Puskesmas Batang Pane II.
“Pada pukul 21.00 WIB, tim dokter sudah melakukan pemeriksaan visum terhadap para korban. Proses visum tersebut turut disaksikan oleh pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, serta pihak keluarga,” ujar Kades Ardi Harahap.
Kehadiran tokoh masyarakat, alim ulama, dan warga sekitar juga terlihat memenuhi rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah berduka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar lokasi yang berpotensi membahayakan seperti kolam, sungai, maupun parit. (Asmar Siregar-HT)


