PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas terus mengkebut perbaikan tanggul bendungan Pulo Payung Desa Siadam, Kecamatan Batang Lubu Sutam. Satu unit alat berat excavator di standby-kan di lokasi mengatasi dan memperbaiki tanggul sepanjang berkisar 42 meter tersebut.

Plt Kepala BPBD, Adi Sandra Siregar didampingi Kasubbid Tanggap Darurat, Hanafi Lubis, Kamis (24/9) menjelaskan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, menjadi kendala dalam pengerjaan percepatan pemulihan tanggul. Meski begitu, upaya perbaikan terus dilaksanakan di lokasi.

Diketahui, tanggul tanah DI Pulo Payung rusak akibat debit air tinggi di daerah lokasi pulo payung tanggal 11 September 2026 pukul 23.00 WIB lalu. Sehingga pekerjaan tersebut mengalami kerusakan.

Bersamaan kejadian itu juga masih dalam masa pemeliharaan. Selanjutnya PPK dan pengguna anggaran BPBD menyurati pihak kontraktor CV. Naga Star untuk memperbaiki tanggul tanah yang rusak tersebut. Dari pihak kontraktor sendiri sudah menyatakan bersedia dan sanggup untuk memperbaiki perkerjaan yang rusak.

“Adanya kendala cuaca yang sering hujan di lokasi pekerjaan mengakibatkan pekerjaan menjadi kendala, tapi mulai hari ini bisa dilakukan pekerjaan dan diharapkan pekerjaan tersebut selesai secepatnya kalau cuaca mendukung,” sebut Adi.

Dalam pemulihannya, BPBD bersama pihak Kontraktor sepakat akan membuat dinding penahan tanggul dari tanah liat. Ratusan kubik tanah liat didatangkan dan didistribusikan ke lokasi bendungan pulo payung.

Nantinya, tanah akan ditimbun setinggi 3 meter lebih, dengan lebar 6 meter. Lalu di sisi dalam, akan dibuat tanggul bronjong tangga bertingkat.

“Dan diantara bronjong ini akan dibuat geobag bertingkat, ditumpuk. Baru nanti tanggul lapisan tanah liat tadi. Terus dibelakang tanggul tanah liat ini juga masih akan dibuat tumpukan geobag dengan posisi menurun, agar dapat menahan,” jelas Adi didampingi Hanafi.

Diperkirakan pemulihan tanggul akan memakan waktu yang cukup sedikit lama. Sebab, material yang dibutuhkan masih sedang dalam proses penyediaan.

“Tanahnya kan butuh pengangkutan dari tempat pengambilan ke lokasi tanggul. Lalu geobag juga sedang dipersiapkan. Tentu masih butuh waktu. Namun yang jelas kita terus bekerja, fokus ke situ,” tandas Adi dan Hanafi.

Disisi lain, Ali Lubis alias Atang, Kepala Desa Siadam mengaku kejadian ini jadi beban moral tersendiri. Selain berdampak pada pengairan sawah, sumber penghasilan warga juga ikut terdampak.

Salah satunya Safarudin Nasution, korban kebun sawit dan warung miliknya di pinggir sungai, hanyut. Sejak kejadian itu, pendapatan pun hilang.

“Syukurnya, sawah masyarakat dalam Dua minggu ke depan sudah mau panen, jadi tidak begitu memerlukan aliran air. Hanya saja warga yang terdampak, kami harapkan adanya tali asih guna meringankan beban, salah satunya Safaruddin itu,” pinta Atang.

Sejauh ini, pihaknya juga senantiasa membantu dan mendukung pemulihan tanggul. Kesiapan pemerintah desa bahkan diterjunkan guna percepatan pemulihan.

“Kita selalu siap membantu dan mendukung, yang jelas bagaimana supaya itu secepatnya normal,” ujar Kades. (Parningotan Aritonang-HT)