TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Bencana banjir melanda permukiman warga di Desa Simataniari, Desa Tindoan Laut, dan Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pada Sabtu (26/9/2026). Banjir yang mulai terjadi sekitar pukul 05.15 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah kawasan permukiman warga terendam air dengan ketinggian berkisar 30 sentimeter hingga satu meter. Informasi terbaru yang diperoleh media ini, banjir sudah surut dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Genangan air yang terus mengalir memasuki kawasan permukiman warga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Kondisi banjir yang semakin meluas hingga Sabtu sore sekitar pukul 18.15 WIB membuat warga harus berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang berharga dari ancaman genangan air yang merendam rumah mereka.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman, tetapi juga menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat. Sejumlah lahan persawahan yang ditanami padi turut terendam, sementara hewan ternak seperti ayam dan ikan peliharaan warga terdampak banjir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kerugian material dan keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Di tengah situasi tersebut, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Warga yang terdampak banjir berupaya mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi dan dianggap aman, di antaranya SMP Negeri 5 Angkola Sangkunur, Kantor Camat Angkola Sangkunur, serta kawasan Kampung Situmba Baru. Langkah evakuasi mandiri ini menjadi bentuk kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat akibat meningkatnya genangan air.
Salah seorang warga, Nurdin Nasution (55), menyampaikan bahwa masyarakat yang terdampak banjir membutuhkan perhatian dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di tempat pengungsian. Menurutnya, dukungan berupa bahan pangan dan perlengkapan sehari-hari sangat penting untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Di tengah musibah tersebut, bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mulai disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, menyerahkan bantuan berupa mi instan, beras, telur, dan selimut untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan mendesak warga, terutama mereka yang terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Ketersediaan bahan pangan, perlengkapan tidur, serta kebutuhan dasar lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi dan kenyamanan masyarakat selama masa pengungsian.
Peristiwa banjir di Desa Simataniari, Desa Tindoan Laut, dan Kelurahan Sangkunur menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta penguatan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat. Warga berharap kondisi segera pulih, sehingga mereka dapat kembali ke rumah masing-masing, memperbaiki kerusakan, dan melanjutkan aktivitas sehari-hari. Di tengah cobaan ini, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan bagi masyarakat Angkola Sangkunur untuk bangkit kembali. (Bermawi/Rel-HT)
