PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) sepertinya terkesan memaksakan bagi madrasah di Padang Lawas. Dikarenakan ketiadaan anggaran, terpaksa madrasah dibebankan melelalui dana BOS.
Informasi yang dihimpun Harian Tabagsel dana yang dibebankan Rp50.000 persiswa, tiap madrasah. Sesuai beban peserta yang mengikuti giat OMI tingkat Kabupaten.
Lalu muncul lagi biaya sebesar Rp2.150 persiswa per madrasah untuk biaya OMI tingkat Provinsi. Diketahui ada 116 madrasah di Padang Lawas, negeri maupun swasta. Terdiri dari Madrasah Aliyah (MA) 34, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 53, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) 15.
Sedangkan jumlah siswa yakni MA sebanyak 7.295, MI 2.952, dan MTs 12.968. Total ada 23.215 siswa.
Pihak Kemenag, sebagai muara tempat pengumpulan biaya membenarkan pembebanan biaya tersebut kepada madrasah. Alasan dikutip, dikarenakan tidak adanya anggaran di Kemenag. Anggaran tahunan kegiatan OMI ini idealnya ditampung di madrasah masing-masing, dan tergantung besaran yang dianggarkan madrasah dalam RKAM (rencana kerja anggaran madrasah).
Total peserta yang lulus ke tingkat provinsi dan akan mengikuti OMI ada 33 siswa dari berbagai madrasah. Dan kini siap menjadi tuan rumah tingkat provinsi yang dipusatkan di MTsN 1 Sibuhuan.
“Pertama Rp50 Ribu persiswa dari jumlah siswa yang mengikuti berdasarkan mapel (mata pelajaran) yang di olimpiadekan. Karena kan tiap tingkatan madrasah itu beda beda mapel nya. Dan ini hasil musyawarah bersama dengan madrasah madrasah. Kalau tidak musyawarah, Kita tidak berani membuat itu,” terang Ahmad Husein Nasution, Kasi Penmad Kemenag Padang Lawas, Kamis (1/10) di ruangannya.
Perlu diketahui, giat OMI zona IV yang meliputi daerah Kota Padangsidimpuan, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, dan Padang Lawas akan berlangsung mulai akhir pekan ini. Dipusatkan di MTsN 1 Sibuhuan.
Untuk mata pelajarannya, tingkat MI 2 mapel, yakni MTK dan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Tingkat MTs, ada 3 mapel, yakni MTK, IPA dan IPS. Sedang tingkat MA, ada 6 mapel yakni MTK, fisika, kimia, biologi, ekonomi, dan geografi.
“Setiap peringkat 1, 2, dan 3 ditiap Mapel dan tiap tingkatan madrasah, berhak maju ke tingkat provinsi. Dan itulah yang 33 orang tadi,” tambah Husein. (Parningotan Aritonang-HT)
