Deru langkah sepatu itu memecah sunyi jalanan Desa Tanjung Baringin Simarulak, Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Padang Lawas, Jumat sore (2/10/2026). Di balik seragam Korps Bhayangkara yang melekat tegap, tersimpan sebuah misi yang jauh melampaui batas penegakan hukum: merajut asa dan menyebar senyum di hari yang penuh berkah.

Adalah Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, yang memimpin langsung langkah kemanusiaan sore itu. Didampingi Kanit Tipidum Ipda Taufik Akbar serta dua personelnya, Bripda Arif Migtahudin dan Bripda Laura Tri Andi Bani Siregar, mereka menyusuri permukiman warga untuk menyapa mereka yang kerap terpinggirkan oleh deru roda zaman.

Target kunjungan hari itu menyasar kediaman Maya Sari, seorang ibu tunggal atau janda yang banting tulang menghidupi keluarga lewat pekerjaan serabutan. Namun, takdir sore itu mempertemukan rombongan kepolisian bukan dengan sang ibu, melainkan dengan buah hatinya yang menjadi penopang harapan di rumah.

Saat tim tiba, Maya Sari tengah keluar mencari rezeki. Di rumah berukuran sederhana itu, hanya tampak keempat anaknya yang masih belia. Adalah Ana Kalila, anak sulung yang baru duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD), dengan sigap menyambut kedatangan para polisi mengenakan rompi dinas tersebut.

Meski sempat diselimuti rasa canggung, guratan wajah polos Ana mendadak berubah cerah manakala bungkusan paket sembako dan tali kasih berpindah tangan. Binar bahagia terpancar nyata di mata anak-anak tersebut, seakan menjadi oase di tengah peliknya hari-hari yang mereka lalui.

“Terimakasih banyak ya Pak. Semoga bapak sehat selalu,” ucap Ana dengan suara lugu yang langsung merayap ke lubuk hati paling dalam siapa pun yang mendengarnya.

Bagi AKP Irwansah, momen sederhana itu bukan sekadar agenda seremonial institusi. Di sela-sela penyerahan bantuan, ia menuturkan bahwa apa yang dilakukan hari itu adalah panggilan nurani—sebuah wujud nyata kehadiran negara di tengah denyut nadi masyarakat kecil.

“Semoga bermanfaat bagi para penerimanya. Kami hanya mohon doa, agar kami sehat selalu dan sukses dalam menjalankan tugas,” ungkap perwira berpangkat balok tiga itu dengan senyum ramah.

Langkah kaki jajaran Satreskrim Polres Padang Lawas tak berhenti di Desa Tanjung Baringin. Selepas dari sana, rombongan bergerak dari rumah ke rumah menyalurkan bantuan paket sembako.

Selanjutnya, Kasat Reskrim dan anggotanya menuju pusat keramaian di Pasar Sibuhuan. Di bawah temaram senja yang mulai merayap, mereka membagikan puluhan kotak nasi hangat kepada para pengemudi becak motor yang setia menunggu penumpang di pinggir jalan.

Bagi para abang becak yang menggantungkan hidup dari hasil peluh harian, sebungkus nasi di sore hari bukan sekadar pengganjal perut, melainkan bentuk perhatian yang menghangatkan jiwa. Gelak tawa kecil dan ucapan terima kasih mengiringi setiap kotak makanan yang dibagikan, menciptakan harmoni indah antara aparat penegak hukum dan masyarakat jelata.

Aksi sosial yang tulus ini sontak mengundang perhatian luas, salah satunya datang dari tokoh masyarakat setempat, H. Nyaoden Nasution. Dengan nada penuh kekaguman, ia melayangkan apresiasi tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran Satreskrim Polres Padang Lawas.

“Ini baru namanya polisi, keren! Selain jadi pengayom, juga peduli terhadap masyarakat. Kami dukung Pak Kasat Reskrim,” puji H. Nyaoden dengan penuh semangat.

Dunia kepolisian seringkali diidentikkan dengan bilik interogasi, pengungkapan kasus, dan ketegasan di lapangan. Namun, apa yang diukir oleh AKP Irwansah Sitorus bersama timnya di Padang Lawas sore itu membuktikan hal sebaliknya: bahwa di balik ketegasan seorang penegak hukum, senantiasa bersemayam nurani yang lembut.

Jumat sore di Padang Lawas meninggalkan sebuah pesan mendalam bahwa kebahagiaan sejati bukanlah milik mereka yang berlimpah harta, melainkan mereka yang mampu berbagi. Di ujung senja itu, kepolisian tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga merawat kemanusiaan—menghidupkan harapan di gubuk-gubuk kecil dan menebar kedamaian di hati sesama. (Parningotan Aritonang-HT)