PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Kutipan biaya dari madrasah-madrasah di Padang Lawas guna pembiayaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) sebesar Rp2.100 persiswa per Madrasah, yang sebelumnya ditulis Rp2.150, akhirnya dibatalkan. Pembatalan itu setelah praktek kutipan ini mencuat.

Hj Mahnidar Azwarni Nasution MPd, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Sibuhuan, yang dihubungi, Jumat (2/10) mengatakan dana yang sudah sempat terkumpul akhirnya disepakati untuk dikembalikan. Sebagai tuan rumah zona IV pagelaran OMI di MAN/MTsN akan berlangsung apa adanya.

Jika sebelumnya taksasi pembiayaan sudah dihitung termasuk penyewaan Soundsystem, Kursi, dan Makan hingga Snack, akhirnya juga dibatalkan. Soundsystem menggunakan alat madrasah, begitu juga kursi dan sofa memakai milik MAN dan MTsN.

“Kalau untuk snack, siapa yang mau berinfak, dipersilahkan. Jadi tadi disepakati, dibatalkan. Bagi yang sudah membayar, dikembalikan. Kegiatan akan menggunakan apa yang ada saja,” jelas Kepala MAN, yang juga penanggungjawab OMI tingkat Provinsi, di Padang Lawas ini.

Lebih dari itu, ternyata kutipan dana ke madrasah swasta dan negeri ini juga sudah sempat dianggarkan guna pengadaan baju seragam para peserta, berikut seragam Kakan Kemenag, dan jajaran pegawai Kemenag. Bahkan dipersiapkan untuk amplop bagi Kemenag.

“Semuanya sudah dibatalkan (seragam dan amplop). Tidak ada lagi itu. Dan usulan ini sebenarnya awalnya dari madrasah swasta. Tapi ini sudah dibatalkan, bagi yang sudah bayar dikembalikan,” tandas Hj Mahnidar.

Kasi Penmad Kemenag Padang Lawas, Ahmad Husein Nasution membenarkan pembatalan kutipan tersebut. Termasuk pengadaan seragam dan Amplop bagi jajaran Kemenag.

“Iya Adinda,” katanya singkat.

Sementara, salah satu kepala madrasah yang dihubungi mengaku belum ada konfirmasi Kemenag atau pihak manapun terkait pengembalian dana yang dikutip.

“Belum,” ujar kepala yang enggan disebutkan namanya ini. (Parningotan Aritonang-HT)