PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Antrean panjang beberapa hari terakhir di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi di Kabupaten Padang Lawas mendapat atensi dari pemerintah daerah. Melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Perdagangan (Diskouperindag), mengadakan rapat dengan para pihak pengusaha SPBU, Jumat (9/10).
Kepada Harian Tabagsel, Wyldan Ansyori Hasibuan, Kadis Kouperindag, mengatakan ada sejumlah poin dalam pembahasan dengan pihak SPBU tersebut. Utamanya mengurai masalah antrean panjang kenderaan yang mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak).
Selain itu, rapat juga tentunya menyoal tentang ketersediaan BBM di Kabupaten Padang Lawas. Dan menghadirkan seluruh maneger SPBU se-Kabupaten Padang Lawas, pihak Polres yang diwakili Kanit Ekonomi Polres Palas di ruang Rapat Kadis Kouperindag.
Terungkap, ada sejumlah kendala yang dialami pengusaha SPBU. Mulai dari pasokan BBM jenis Solar dan Pertalite yang hanya 8 kiloliter setiap masuk dari depot. Dan itupun tergolong datangnya tidak setiap hari di masing-masing SPBU.
Dengan begitu, ketersediaan pasokan cepat habis, yang memicu antrean kenderaan yang berdesakan mengisi.
Kendala lainnya, juga terdapat sebagain pompan pengisian SPBU rusak. Sehingga tidak bisa beroperasi secara optimal.
Seperti SPBU 14227348 Hutalombang, dan SPBU 14227335 Ujung Batu, serta SPBU di Binanga Barumun Tengah.
Guna mengurai antrean, Pemda melalui Diskouperindag telah membuat imbauan agar kenderaan roda 4 keatas yang sesuai Barcode, diperbolehkan mengisi BBM. Lebih dari itu, Diskouperindag bersama pihak kepolisian akan turun langsung ke setiap SPBU untuk memastikan ketersediaan BBM.
“Kita juga menginstruksikan kepada pihak SPBU untuk tidak melayani pengisian BBM terhadap kenderaan yang sama berulang ulang,” terang Wyldan. (Parningotan Aritonang-HT)
