PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com – Seorang siswa kelas V SD Negeri 200309 Purwodadi, Kota Padangsidimpuan, bernama Restu Zahir Wijaya, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air di lingkungan sekolah, Rabu (14/10/2026). Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga tersengat arus listrik dari mesin pompa air yang berada di dekat rumah dinas sekolah, di Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan.
Namun, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut mendapat penanganan dari personel Polres Padangsidimpuan dan Polsek Batunadua yang melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Ditemukan Guru di Dekat Pompa Air
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika kegiatan olahraga berlangsung di lingkungan sekolah.
Fitri Hayati (46), seorang guru PNS, menemukan korban dalam posisi telungkup di depan rumah dinas sekolah, tepatnya di antara dinding rumah dan dinding beton sumur, di atas mesin pompa air.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Fitri kemudian meminta bantuan guru lainnya agar korban segera mendapatkan pertolongan.
Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan awal. Namun, pihak puskesmas menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Metta Medika Padangsidimpuan. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Purwodadi.
Polisi Lakukan Olah TKP
Sekitar pukul 12.00 WIB, Bhabinkamtibmas menerima informasi mengenai kejadian tersebut dari Kepala Desa Purwodadi. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi dan pelaporan kepada jajaran Polres Padangsidimpuan.
Sekitar pukul 12.40 WIB, personel Polres Padangsidimpuan bersama personel Polsek Batunadua dan tim identifikasi tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah TKP.
Petugas yang terlibat di antaranya Kapolsek Batunadua AKP Sulaiman Rangkuti, Pamapta Polres Padangsidimpuan IPDA Tonny Roy Chandra, S.H., M.H., serta sejumlah personel piket fungsi dan petugas identifikasi.
Sekitar pukul 14.00 WIB, korban dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan visum.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit mesin pompa air yang masih terpasang di TKP, satu utas kabel listrik, serta satu pasang pakaian sekolah milik korban.
Pemeriksaan Awal Temukan Indikasi Aliran Listrik
Berdasarkan hasil pengecekan awal menggunakan alat tespen, badan mesin pompa air diketahui menunjukkan indikasi adanya aliran listrik. Pemeriksaan petugas PLN juga menemukan dugaan kebocoran pada elemen atau gulungan kabel listrik di dalam mesin pompa air sehingga badan mesin dialiri arus listrik.
Diketahui, kabel pompa air tersebut terhubung ke rumah dinas sekolah, dengan sakelar berada di bagian dapur. Mesin pompa air terletak di depan rumah dinas, berjarak sekitar 50 sentimeter dari dinding sumur.
Menurut keterangan yang dihimpun, penghuni rumah dinas sedang tidak berada di tempat ketika peristiwa terjadi. Listrik rumah dinas disebut biasa dinyalakan melalui meteran apabila ada tetangga rumah dinas yang membutuhkan.
Meski demikian, dugaan sengatan listrik tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian korban. Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta yang ditemukan di lokasi kejadian.
Hasil Visum Temukan Sejumlah Luka
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan dokter RSUD Padangsidimpuan, dr. Novita Sari Lubis, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
Luka tersebut meliputi memar pada pipi kanan, lecet pada siku kanan, luka bakar tidak beraturan di bagian belakang siku tangan kiri, luka lecet pada lengan atas dan bawah kiri, serta memar pada lengan atas kiri dan lengan kanan.
Pemeriksaan juga mencatat adanya kaku mayat dan lebam mayat yang telah muncul sebagian.
Dalam kesimpulan visum, luka bakar disebut disebabkan oleh kekerasan panas, sedangkan luka memar dan lecet disebabkan oleh kekerasan tumpul.
Akan tetapi, hasil visum tersebut belum menetapkan penyebab pasti kematian korban. Pihak kepolisian menyatakan penyebab kematian masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Keluarga Menolak Autopsi
Setelah pemeriksaan visum dilakukan, pihak kepolisian menyarankan keluarga korban untuk mempertimbangkan autopsi guna membantu memastikan penyebab kematian.
Namun, keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga juga membuat surat permohonan kepada Kapolres Padangsidimpuan agar autopsi tidak dilakukan.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Penyerahan tersebut disertai surat pernyataan yang ditandatangani ayah kandung korban bersama para saksi dan diketahui Kepala Desa Purwodadi.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti meninggalnya Restu Zahir Wijaya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian penting terhadap keselamatan siswa di lingkungan sekolah, khususnya terkait keamanan instalasi listrik dan peralatan pompa air yang berada di area aktivitas anak-anak. Pemeriksaan dan pengamanan instalasi listrik di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terulang. (Sabar Sitompul-HT)
