TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Kondisi warga terdampak genangan banjir akibat luapan Sungai Sangkunur di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, saat ini berangsur membaik.
Genangan terjadi pada Sabtu sore akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Luapan Sungai Sangkunur kemudian menyebabkan air menggenangi sejumlah permukiman warga.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, banjir berlangsung kurang lebih satu jam, mulai sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Saat kejadian, sejumlah warga diarahkan untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
“Saat kejadian saya ada di kantor camat dan membantu mengarahkan masyarakat sekitar kantor untuk mengungsi sementara di rumah dinas dan kantor camat,” ujar Plt Camat Angkola Sangkunur, Rizky Gustony kepada media ini.
Situasi kemudian terus dipantau. Sekitar pukul 19.30 WIB, pihak kecamatan berkoordinasi dengan pimpinan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kalaksa BPBD untuk melaporkan kondisi serta dampak banjir yang terjadi.
Beruntung, kondisi air berangsur surut. Pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB, warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan akibat genangan yang masuk ke permukiman.
“Alhamdulillah kondisi saat ini sudah membaik. Malam Minggu sekitar pukul 20.00 warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan akibat genangan,” ungkapnya.
Sementara itu, pada Minggu sore, Bupati Tapanuli Selatan bersama Sekda, sejumlah pimpinan OPD, Kapolres Tapanuli Selatan beserta tim turun langsung ke lokasi terdampak.
Kehadiran rombongan tersebut sekaligus untuk melihat kondisi warga pascabanjir dan memberikan bantuan sosial serta bantuan pangan kepada masyarakat terdampak yang diserahkan di halaman Kantor Camat Angkola Sangkunur.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Sangkunur, terutama mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat kembali menyebabkan luapan dan genangan di wilayah permukiman warga. (Rel-HT)
