PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Duka mendalam masih menyelimuti keluarga HHH di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sabtu (27/12/2025). Putra mereka, IKH, meninggal dunia akibat tindak pembunuhan, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Ketua Bapemperda DPRD Paluta dari Fraksi Golkar yang juga Dewan Pengawas Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Paluta, Gusti Putra Hajoran, bersama Ketua LPA Paluta Tongku Hasibuan, mendatangi langsung rumah duka korban.
Kehadiran keduanya disambut isak tangis keluarga. Suasana haru tak terelakkan saat rombongan memasuki rumah sederhana tersebut, di mana kesedihan masih sangat terasa sejak peristiwa tragis itu terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, Gusti Putra Hajoran menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan ini, baik sebagai wakil rakyat maupun sebagai Dewan Pengawas LPA Paluta. Ia menilai peristiwa ini sebagai kejahatan serius terhadap anak yang tidak boleh ditoleransi.
“Ini tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa keadilan. Negara harus hadir untuk melindungi anak dan memberi rasa keadilan bagi keluarga korban,” tegas Gusti.
Gusti juga menyerahkan bantuan sebagai tali asih kepada keluarga korban, sebagai wujud kepedulian di tengah duka yang mendalam.
Sementara itu, Ketua LPA Paluta Tongku Hasibuan memastikan pihaknya akan mengawal proses hukum kasus pembunuhan tersebut hingga tuntas. LPA Paluta, kata dia, akan berdiri bersama keluarga korban dan memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan berkeadilan.
“Kasus ini akan kami kawal. Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan terhadap anak,” tegas Tongku.
Di hadapan rombongan, HHH, ayah korban, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Dengan suara bergetar, ia berharap DPRD dan LPA Paluta serta pihak terkait benar-benar mengawal kasus tersebut hingga pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.
“Kami hanya ingin keadilan. Anak kami direnggut dengan cara yang kejam. Kami mohon pelaku dihukum seberat-beratnya agar ini menjadi pelajaran bagi semua,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa tragedi yang menimpa IKH tidak hanya menjadi duka keluarga, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan keadilan dan perlindungan anak ditegakkan di Kabupaten Paluta. (Rel-HT)
