PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ke-IX menjadi momentum memperkuat profesionalisme, solidaritas, dan kesejahteraan wartawan periode 2026-2029.
Ketua PWI Sumatera Utara, H. Farianda Putra Sinik, menegaskan bahwa organisasi harus hadir memperjuangkan kepentingan anggotanya, mulai dari kesejahteraan, pendidikan, hingga perlindungan wartawan.
“PWI harus memberikan manfaat nyata bagi anggota, termasuk memperjuangkan jaminan sosial bagi wartawan dan keluarganya,” ujarnya.
Ketua PWI Tabagsel, Kodir Pohan, mengajak wartawan menjaga integritas dan berani menyampaikan kritik konstruktif melalui karya jurnalistik demi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia, Armansyah Nasution, menyampaikan bahwa konferensi terlaksana melalui swadaya dan gotong royong anggota, tanpa mengandalkan anggaran APBD maupun APBN. Ia menyebutkan, jumlah anggota PWI Tabagsel saat ini sebanyak 28 orang.
Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, mengajak insan pers menjadikan pengalaman sebagai pembelajaran dan menjaga komunikasi yang baik dengan kepolisian.
“Demokrasi itu memang bising, memang ribut. Namun, itu konsekuensi dari pilihan yang sudah kita sepakati bersama,” katanya.
Mewakili Wali Kota Padangsidimpuan, Sekda Rahmat Marzuki Nasution berharap konferensi melahirkan kepengurusan yang amanah dan memperkuat sinergi pemerintah dengan pers.
“Semoga kepengurusan terpilih membawa PWI Tabagsel semakin maju,” ujarnya sekaligus membuka konferensi secara resmi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, Drs. Rifki Warisan, pengurus PWI dari sejumlah daerah, serta perwakilan TNI, Polri, kejaksaan, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Konferensi ini diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid, profesional, dan mampu memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan serta kepentingan publik. (Rahmat Efendi Nasution-HT)












