TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dibawah kepemimpinan H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA merespon baik dan cepat permohonan masyarakat yang terdampak bencana alam peristiwa datangnya air sungai ke sekitar pemukiman mereka tepatnya di Kampung Tanah Lapang, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Hal ini ditandai dengan datangnya bantuan beras dan sembako lainnya yang dikeluarkan langsung menuju ke lokasi bencana alam tersebut, Rabu (7/1/2026). Dengan menggunakan sebuah mobil Pickup L300 akhirnya bantuan sampai ke lokasi.

Camat Angkola Sangkunur, Daniel Affandi Harahap, S.STP, MM, kepada Harian Tabagsel mengatakan bahwa Bapak Bupat Tapanuli Selatan dan Pemerintah Kecamatan serta didampingi Pemerintah Desa Batu Godang langsung menyalurkan bantuan tersebut ke Kampung Tanah Lapang, Desa Batu Godang.

“Hari ini, kami berada di Dusun Kampung Tanah Lapang, untuk menyalurkan bantuan beras dan sembako lainnya untuk sekitar 54 KK dan 266 Jiwa warga terdampak akhirnya terbantu,” katanya.

Daniel Affandi menambahkan bahwa bantuan tersebut diterima secara langsung perwakilan masyarakat Kepala Dusun Kampung Tanah, dan kini sudah berada di lokasi.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan sudah dengan cepat merespon harapan warga Dusun Kampung Tanah Lapang,” katanya kepada media ini. 

Kepala Desa Batu Godang, Mahmudin Sihombing juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang sudah cepat membantu warganya.

“Saya atas nama pribadi dan perwakilan Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Pak Gus Irawan,” ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan keterkejutan warga Desa Kampung Tanah Lapang, Desa Batu Godang, atas datangnya air sungai yang besar setelah cuaca ekstrem hujan deras sekitar setengah jam. Padahal air sungai itu sudah sekitar 25 tahun tidak mengalir lagi, dan hanya meninggalkan padet kecil.

Saat kejadian itu, warga keluar untuk menyelamatkan diri dari rumah dan mengungsi ke tempat aman dan sebagian berada di Geraja Katolik. Beras warga basah, ratusan ternak hanyut dan kolam ikan warga rusak parah serta tidak bisa bekerja pascabencana alam tersebut. (Saipul Bahri Siregar-HT)