TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Pasca bencana alam tanah bergerak di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan yang telah terjadi beberapa waktu lalu membuat 186 KK kehilangan tempat tinggal mereka dan untuk sementara mengungsi di posko pengungsian.

Setelah mendapat tinjauan dan kunjungan dari Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan pun melarang warga untuk mendiami perkampungan yang retak tersebut. Bupati Gus Irawan didampingi Camat Angkola Selatan, Dodi Kurniawan Siregar, Forkopincam, dan Perwakilan BNPB saat melihat dan memasuki area perkampungan yang sudah retak tersebut.

Warga Desa Tandihat juga telah mendapat kunjungan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution bersama ibu TP PKK Sumatra Utara dan meninjau lokasi pertapakan yang nanti akan dijadikan Hunian Tetap (Huntap) bagi seluruh masyarakat Desa Tandihat.

Karena pembangunan Hunian Tetap bakal memakan waktu yang lama, sehingga untuk sementara warga Desa Tandihat bakal dibuatkan Hunian Sementara (Huntara) bertempat di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Informasi dihimpun Harian Tabagsel dilapangan, pembangunan sudah berjalan sejak seminggu yang lalu hingga Minggu (11/1/2026). Pembangunan Hunian Sementara ini bakal dikebut para pekerja di lapangan, agar seluruh warga bisa tinggal sementara waktu di tempat ini, apalagi saat ini bulan Ramadhan semakin dekat.

Salah satu pekerja dilokasi bercerita bahwa ratusan pekerja sudah siap bekerja siang dan malam agar secepatnya Hunian Sementara ini selesai dan bisa segera ditempati mereka.

“Kami bekerja keras agar Hunian Sementara ini bisa dihuni menjelang bulan puasa,” katanya kepada Media ini.

Terlihat ratusan para pekerja bekerja dengan penuh semangat dan tanpa kenal lelah mereka saling baju membahu mempersiapkan target pembangunan Hunian Sementara ini.

Salah satu arsitektur pembangunan Huntara mengatakan, Hunian Sementara ini nantinya akan dibuat satu ruangan dan memiliki satu pintu disetiap tempat hunian yang bakal di tempati keluarga masing-masing.

Kepala Desa Tandihat, Ranto Panjang Sipahutar saat di konfirmasi Harian Tabagsel membenarkan pembangunan Hunian Sementara ini.

“Untuk sementara, kami akan tinggal di Huntara,” katanya melalui sambungan telepon Whatsapp. (Saipul Bahri Siregar-HT)