PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang Lawas menggelar diskusi terbatas, Senin (5/1) kemarin di sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Padang Lawas. Diskusi yang mendatangkan Ansor Harahap, Direktur Lingkar Studi Pembangunan Sumatera Utara ini membahas pentingnya kesadaran anak muda terhadap isu dan perubahan ekologis.

Dalam diskusi itu, Ansor memaparkan Lingkungan saat ini, baik skala global, nasional, dan tentunya lokal semakin hari semakin memberi sinyal kuat dan fakta yang mengancam eksistensi peradaban.

Perubahan iklim, kerusakan hutan, pencemaran, keterancaman kekayaan hayati, kebijakan lingkungan, dan lainnya adalah masalah-masalah serius yang terus mendesak untuk bersama-sama melahirkan dan membangun kesadaran ekologis. Sesuatu yang tidak boleh ditunda seiring dengan arus besar ancamannya kepada kehidupan.

Teranyar, peristiwa yang paling mengejutkan jelang penghujung tahun 2025 tentu bencana dahsyat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banyak desa, bahkan ada kecamatan yang mengalami kolaps alias hilangnya kehidupan.

Bencana yang sesungguhnya logis tidak murni bencana alam, tetapi justru bukti nyata betapa signifikannya ekosistem global dan lokal telah mengalami kerusakan parah.

“Krisis lingkungan yang terjadi semakin dekat jarak dampaknya kepada semua penduduk di planet ini, termasuk masyarakat Padang Lawas (Palas). Untuk itu, kondisi ini membutuhkan tanggungjawab bersama, terkhusus bagi anak muda,” papar Ansor. 

Kesadaran itu kata Ansor, seyogianya dalam konteks ekologis dan masa depan semua (manusia, tumbuhan, dan hewan), anak muda satu-satunya pilar yang paling diharapkan dan logis untuk menjalankan misi dan tanggungjawab tersebut.

“Bahwa kondisi ekologi kita sangat membutuhkan kesadaran anak muda. Kepedulian dan tanggungjawab atas realitas kerusakan lingkungan. Bahwa di depan mata banyak ancaman serius bagi kelangsungan kehidupan. Rusaknya hutan, prilaku pencemaran, menipisnya hak ruang hidup hayati, berkurangnya keanekaragaman hayati, dan lain sebagainya. Semuanya merupakan masalah ekologi yang mempengaruhi kenormalan ekosistem ekologi kita dan hal itu menjadi ancaman bagi ruang hidup dan masa depan semua,” jelasnya. 

Untuk itu menurut Ansor, porsi perhatian anak muda pada masalah ekologi seharusnya lebih besar, bila tidak ingin mengalami hal yang serupa. Yaitu bencana ekologi, bahkan bisa lebih parah bila anak muda bersikap apatis terhadap masalah ekologi.

“Sangat diharapkan anak muda menjadi cahaya bagi gelapnya perjalanan ekologi kita, khususnya di Palas. Di Palas, tentu banyak isu lingkungan yang membutuhkan tanggungjawab anak muda. Saat ini, kehadiran PT. Barumun Padang Langkat (Barapala) atas Usaha Pemanfaatan Hutan Kayu Pada Hutan Alam, salah satu ancaman serius bagi masyarakat Palas,” tandas putra asli Sosopan ini. 

Menurut data sementara atas citra satelit yang ditunjukkan para pemerhati lingkungan, menunjukkan betapa operasi PT. Barapala melakukan kerusakan parah pada daerah sekitar operasi. Kegiatan PT. Barapala yang notabenenya diduga cacat hukum karena Amdalnya diduga tidak benar.

Banyak aspek yang diabaikan. Disamping itu, prilaku masyarakat yang semakin massif terhadap kerusakan lingkungan atas nama kepentingan ekonomi semata. Seperti meluasnya kebun kelapa sawit masyarakat di daerah-daerah kawasan yang kritis. Yang secara geografi dan topografi serta posisinya tidak layak.

“Yang bisa diperankan anak muda di tingkat Palas, diantaranya, Memperdalam pengetahuan terhadap masalah lingkungan lewat diskusi, membaca, dan menulis. Kegiatan sosial dan kampanye lingkungan, seperti penghijauan dan edukasi lingkungan kepada masyarakat, termasuk petani. Memanfaatkan media digital dalam kampanye lingkungan, atau peduli lingkungan. Menyampaikan tuntutan kepada berwenang dalam menyikapi yang berkaitan dengan masalah lingkungan, lewat aksi, audiensi, dll. Bergabung dengan aliansi pemerhati lingkungan. Berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyikapi masalah lingkungan,” sebutnya. 

Turut hadir dalam diskusi terbatas itu, Pengurus PB HMI Ali Tondi Hasibuan, Ketua Umum HMI Cabang Palas, Putra Hasibuan, Sekretaris Umum HMI Cabang Palas, Ejji Darisman Harahap, serta para Kader-kader HMI Palas lainnya. (Parningotan Aritonang-HT)