Liputan Khusus: Anas Nasution

PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com– Pasangan Calon (Paslon) No 2 Letnan – Levi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padangsidimpuan unggul telak dalam perolehan suara di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Pudun Jae. Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Rabu (27/11/2024).

Suara sah di 5 TPS tersebut berjumlah 2.201 suara. Paslon No.1 Irsan-Ali Muda memperoleh 414 suara, Paslon No.2 Letnan-Levi memperoleh 1.498 suara dan Paslon No.3 Hapendi-Gempar memperoleh 289 suara.

Rincian per TPS yakni TPS 1. No.1. 137 suara, No.2. 234 suara, No.3. 22 suara. TPS 2. No.1. 72 suara, No.2. 246 suara, No.3. 40 suara, TPS 3. No.1. 87 suara, No.2. 331 suara, No.3. 79. TPS 4. No.1. 50 suara, No.2. 381 suara, No.3. 66 suara. TPS 5. No.1. 68 suara, No.2. 306 suara, No.3. 72 suara.

Seperti perkiraan awal dari sebahagian warga Desa Pudun Jae bahwa pasangan Letnan-Levi akan unggul di desa tersebut.

Namun suara No.3 meleset dari perkiraan, dimana sebelumnya di prediksi yang akan bersaing adalah pasangan Letnan-Levi dan Hapendi-Gempar.

Ternyata pasangan No.2 melejit jauh sementara pasangan No.3 justru tidak mampu melewati pasangan No.1.

Hal ini di ungkapkan Hasibuan yang mencoblos di TPS 3.

Menurut Hasibuan, perolehan suara pasangan Letnan-Levi ini tak lepas dari simpati masyarakat kepada Kepala Desa yang menurut warga semacam intimidasi atau di ancam salah satu calon via seluler.

Rekaman pembicaraan Kepala Desa Pudun Jae dengan salah satu calon tersebut sudah banyak beredar di media sosial.

“Terkait dugaan atau semacam intimidasi tersebut, sebenarnya membuat gerah banyak warga meski terlihat diam, namun Kepala Desa saat itu tidak mengizinkan warga melibatkan diri. Momentum pilkada ini dijadikan warga sebagai bentuk simpati kepada kepala Desa, khususnya kami yang memilih saudara Riski saat Pilkades serentak beberapa waktu yang lalu,” paparnya.

Seperti di ketahui, pasca pilkada berlangsung, Kepala Desa Pudun Jae, Riski Ibrahim Siregar resmi membuat laporan ke Polda Sumut. Dimana ia melaporkan Calon Walikota Padangsidimpuan nomor urut 1, Irsan Efendi Nasution terkait tindakan pengancaman yang dilakukan Irsan Efendi Nasution terhadap dirinya.

Pengancaman diduga terjadi lantaran Riski, sebagai Kades tidak mau memberi dukungan ke Irsan yang maju sebagai Calon Walikota bersama calon Wakilnya Ali Muda Siregar.

Kemudian, Riski malah dituduh berpihak kepada calon Walikota nomor urut 2 paslon Dr H Letnan Dalimunthe Harry Pahlevi Harahap. Sejauh ini, persoalan tersebut masih dalam penanganan Polda Sumut.

Rasa empati warga desa Pudun Jae terhadap Riski selaku kepala desa, menguntungkan pasangan Letnan-Levi. Hal ini menurut Hasibuan, karena di pembicaraan antara calon Walikota nomor 1 dengan Riski ada menyebutkan nomor 2 Letnan-Levi.

Kejadian ini membawa dampak positif bagi paslon No.2. Ia juga menegaskan bahwa perolehan suara telak paslon No.2 bukan karena amplop atau suara yang dibayar, tapi murni sikap empati warga Pudun Jae secara umum. (Anas)