PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Bagi Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang bagaimana mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan, menciptakan rasa aman, serta membangun kehidupan masyarakat yang tertib, damai dan bermartabat.
Dalam konteks kepolisian, kata Kapolres, kemerdekaan memiliki makna yang sangat erat dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas). Sebab, kemerdekaan akan kehilangan maknanya apabila masyarakat masih merasa takut, tidak aman, terpecah oleh perbedaan, atau kehilangan kepercayaan satu sama lain.
Karena itu menurutnya, menjaga kamtibmas bukan hanya tugas aparatur di bidang keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
AKBP Noval mengakui, di era globalisasi saat ini, tantangan terhadap persatuan bangsa semakin kompleks. Ancaman tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan, tetapi juga melalui narkoba, kejahatan siber, penipuan digital, hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, serta berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Di sinilah pentingnya peran serta masyarakat. Masyarakat bukan hanya sebagai objek yang harus dilindungi, tetapi juga menjadi mitra utama dalam menciptakan keamanan.
“Kita harus kembali memperkuat nilai-nilai luhur bangsa,gotong-royong, toleransi, musyawarah, kepedulian, kejujuran, rasa hormat terhadap perbedaan, serta semangat persatuan dankesatuan, “tutur Kapolres.
Budaya kebangsaan tersebut harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus informasi dan budaya global.
Kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Generasi muda harus dibekali bukan hanya dengan kecerdasan dan kemampuan teknologi, tetapi juga dengan karakter, integritas, rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama.
Karena pada akhirnya, ungkap Kapolres, menjaga kemerdekaan bukan hanya tentang menjaga batas-batas wilayah negara, tetapi juga menjaga hati dan pikiran masyarakat agar tetap bersatu.
“Mari kita bangun Padangsidimpuan sebagai kota yang aman, tertib, toleran dan penuh semangat kebersamaan,” ajaknya.
Katanya, Aparatur Negara hadir untuk menjaga keamanan, tetapi keamanan akan menjadi kuat apabila masyarakat berpartisipasi aktif untuk ikut serta menjaganya.
“Cara kita mengisi kemerdekaan dengan bukan sekadar mengenang perjuangan para pahlawan melalui acara yang sifatnya seremonial saja tetapi meneruskan perjuangan itu dengan cara menciptakan lingkungan yang aman, masyarakat yang bersatu, generasi yang berkarakter, dan masa depan Indonesia yang lebih maju,” ucapnya.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka!Merdeka!Merdeka!. (Rel-HT)
