TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Di tengah duka pascabanjir bandang yang melanda Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, secercah harapan datang dari ketulusan seorang guru bernama Nur Alia. Ia menghibahkan lahan seluas 7.500 meter persegi untuk pembangunan sekolah madrasah di Angkola Selatan.
Kisah inspiratif tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah dibagikan oleh akun Instagram @folkative pada Rabu (21/1/2026). Unggahan itu telah mendapat lebih dari 120 ribu tanda suka, serta ribuan komentar berisi doa dan apresiasi dari warganet.
Banyak pengguna media sosial menyampaikan harapan agar kebaikan Nur Alia dibalas dengan pahala berlipat.
“Semoga dibalas pahala yang berlimpah dan menjadi amal jariyah,” tulis salah satu warganet.
Keputusan besar itu bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Nur Alia mengaku, pengalaman hidup dan bekerja di berbagai tempat, termasuk Arab Saudi, membuka matanya tentang pentingnya pendidikan, khususnya pendidikan agama.
“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah. Dari situlah muncul niat saya dan suami, jika suatu hari punya rezeki membeli tanah, ingin kami hibahkan untuk madrasah,” ujar Nur Alia, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.
Niat tersebut akhirnya terwujud. Bersama sang suami, Nur Alia membeli sebidang tanah yang kini secara resmi telah dihibahkan kepada negara melalui Kementerian Agama.
Demi Pendidikan Anak Bangsa
Nur Alia menegaskan, tanah yang dihibahkan itu tidak diperuntukkan bagi kepentingan keluarga. Sejak awal, ia ingin madrasah tersebut menjadi milik umat dan dikelola negara agar keberlangsungannya terjamin.
“Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan negara. Kalau dikelola Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” tuturnya.
Ia berharap, madrasah yang akan dibangun nantinya mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak baik, serta memberi kontribusi nyata bagi agama dan bangsa.
“Dengan pendidikan, anak-anak bangsa akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” pungkasnya. (Sabar Sitompul-HT)


