PADANG LAWAS UTARA, hariantabagsel.com– Nama AKBP Dhery Fajariandono kini menjadi perhatian masyarakat Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), setelah resmi dipercaya menjabat sebagai Kapolres pertama di daerah tersebut. Penunjukan itu bukan sekadar bagian dari mutasi rutin di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia, melainkan menjadi momentum bersejarah seiring lahirnya Polres Padang Lawas Utara sebagai satuan kewilayahan baru yang dibentuk Polri untuk memperkuat pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepercayaan yang diberikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada AKBP Dhery Fajariandono menandai dimulainya babak baru pelayanan kepolisian di Padang Lawas Utara. Sebagai Kapolres perdana, ia tidak hanya bertugas memimpin organisasi kepolisian, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk membangun fondasi kelembagaan yang akan menjadi pijakan Polres Paluta di masa mendatang.

Pembentukan Polres Padang Lawas Utara sendiri menjadi langkah strategis Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan efektif.

Dengan kondisi geografis wilayah yang cukup luas serta pertumbuhan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang terus meningkat, kehadiran Polres tersendiri dinilai sangat penting untuk mendukung stabilitas keamanan dan memperkuat penegakan hukum.

Di tengah harapan besar masyarakat terhadap institusi baru tersebut, sosok AKBP Dhery Fajariandono dianggap memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai untuk mengemban amanah tersebut. Sebelum dipercaya menjadi Kapolres Padang Lawas Utara, ia menjabat sebagai Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara.

Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis di lingkungan Ditlantas Polda Sumut. Sebagai Kasat PJR, AKBP Dhery bertanggung jawab memimpin personel yang bertugas menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di berbagai ruas jalan utama dan kawasan strategis di Sumatera Utara. Tugas tersebut menuntut kemampuan manajemen yang baik, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi yang berkembang di lapangan.

Selama bertugas, ia dikenal aktif turun langsung melakukan pengawasan terhadap kondisi lalu lintas, memantau arus kendaraan pada masa mudik dan balik Lebaran, pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, hingga menangani berbagai kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan respons cepat dari aparat kepolisian.

Pengalaman panjang di lapangan membuat AKBP Dhery terbiasa menghadapi berbagai tantangan operasional. Ia tidak hanya dituntut memahami aspek teknis kepolisian, tetapi juga harus mampu membangun koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah, TNI, dinas perhubungan, serta unsur lainnya yang terlibat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Rekam jejak tersebut menjadi modal berharga saat dirinya dipercaya memimpin Polres Padang Lawas Utara. Sebab, tantangan yang dihadapi Kapolres perdana jauh lebih kompleks dibanding memimpin satuan yang telah lama berdiri. Selain memastikan keamanan wilayah tetap terjaga, ia juga harus membangun sistem kerja organisasi, menata sumber daya manusia, memperkuat sarana dan prasarana, serta membentuk budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

Sebagai pimpinan pertama di Polres Paluta, AKBP Dhery memiliki peran strategis dalam menentukan arah perkembangan institusi tersebut. Berbagai kebijakan dan langkah yang diambil pada masa awal pembentukan akan menjadi dasar bagi perjalanan Polres Padang Lawas Utara di tahun-tahun mendatang.

Kehadiran Polres Paluta juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kepolisian. Masyarakat yang sebelumnya harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengakses layanan tertentu kini dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan efisien. Selain itu, keberadaan Polres baru diharapkan memperkuat upaya pencegahan tindak kriminalitas, penegakan hukum, serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Di mata masyarakat, pembentukan Polres Padang Lawas Utara bukan hanya soal penambahan struktur organisasi kepolisian, tetapi juga simbol meningkatnya perhatian negara terhadap kebutuhan pelayanan publik di daerah. Oleh karena itu, harapan besar kini tertuju kepada AKBP Dhery Fajariandono untuk mampu membawa institusi yang dipimpinnya menjadi Polres yang profesional, modern, dan terpercaya.

Dengan pengalaman panjang di bidang operasional kepolisian, kemampuan memimpin personel, serta rekam jejak yang dimilikinya selama bertugas di Polda Sumatera Utara, AKBP Dhery diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Sebagai Kapolres pertama, namanya akan tercatat dalam sejarah Kabupaten Padang Lawas Utara sebagai sosok yang mengawali perjalanan Polres Paluta dan meletakkan dasar-dasar pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kini, di tengah harapan masyarakat akan pelayanan yang semakin baik, AKBP Dhery Fajariandono mengemban amanah besar untuk menghadirkan rasa aman, memperkuat penegakan hukum, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Kabupaten Padang Lawas Utara. (Sabar Sitompul-HT)