TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Misteri kematian seorang anak perempuan berusia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur disalah satu Desa di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan, mulai terungkap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak tersebut diduga menjadi korban kekerasan seksual dan pembunuhan. Seorang pria berinisial MH yang disebut merupakan tetangga korban telah diamankan Tim Jatanras Satreskrim Polres Tapanuli Selatan.
MH diamankan pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, di Desa Huta Holbung, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pengungkapan dilakukan Tim Jatanras bersama Unit I Pidum yang dipimpin Ipda Bambang Rahmadi, S.Sos.
Penangkapan dilakukan setelah petugas melaksanakan serangkaian penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan kematian korban.
Saat dikonfirmasi media ini, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso melalui Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan Iptu B.D. Sitorus, S.H., M.H., membenarkan bahwa pria yang diduga terlibat dalam kematian korban telah berhasil ditangkap.
“Bersabar ya, Bang. Betul, pelaku sudah berhasil kita tangkap. Namun, untuk keterangan lebih jelas dan lengkap, nanti akan kami kabari,” ujar Iptu B.D. Sitorus, Kamis (6/8/2026).
Pihak kepolisian belum menyampaikan secara terperinci kronologi kejadian, hasil pemeriksaan medis, pasal yang diterapkan, maupun konstruksi lengkap perkara tersebut.
Informasi di peroleh dari masyarakat bahwa Korban Diduga Dibawa ke Sebuah Pondok dan sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam sumur, korban diduga dibawa oleh pelaku menuju sebuah pondok yang berada di sekitar kawasan desa.
Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami kekerasan seksual. Pelaku kemudian diduga menghabisi nyawa korban untuk menutupi perbuatannya.
Setelah korban meninggal dunia, tubuh anak tersebut diduga dipindahkan dari pondok dan dimasukkan ke dalam sebuah sumur milik warga.
Penemuan tubuh korban di dalam sumur sempat menggegerkan masyarakat Desa Huta Holbung. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berdatangan ke lokasi dan berusaha melakukan proses evakuasi.
Awalnya, kematian korban sempat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, muncul dugaan kuat bahwa korban tidak meninggal akibat terjatuh secara tidak sengaja ke dalam sumur.
Terduga Pelaku Disebut Ikut Mengevakuasi Korban
Salah satu fakta yang mengejutkan dalam kasus tersebut adalah tindakan terduga pelaku setelah tubuh korban ditemukan.
MH disebut sempat berada di sekitar lokasi penemuan. Ia bahkan diduga ikut masuk ke dalam sumur dan membantu warga mengevakuasi tubuh korban.
Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat dan menciptakan kesan seolah-olah dirinya tidak mengetahui penyebab korban berada di dalam sumur.
Namun, setelah petugas melakukan penyelidikan dan mencocokkan sejumlah keterangan, muncul dugaan bahwa MH memiliki keterkaitan dengan kematian korban.
Petugas kemudian mendalami aktivitas korban sebelum dinyatakan hilang, orang yang terakhir kali terlihat bersama korban, serta pergerakan MH sebelum dan setelah kejadian.
Dari rangkaian penyelidikan tersebut, polisi akhirnya mengamankan MH untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Diduga Mengalami Kekerasan Seksual Sebelum Dibunuh
Berdasarkan informasi sementara, anak perempuan berusia enam tahun tersebut diduga terlebih dahulu mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh.
Tubuh korban kemudian diduga dimasukkan ke dalam sumur untuk menyembunyikan peristiwa tersebut sekaligus menghilangkan jejak.
Penyidik masih mendalami bagaimana korban dibawa menuju pondok, waktu kejadian, penyebab pasti kematian, serta cara pelaku memindahkan tubuh korban menuju sumur.
Hasil pemeriksaan medis dan temuan di lokasi kejadian menjadi bagian penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang dialami korban.
Petugas juga mencocokkan keterangan terduga pelaku dengan keterangan para saksi dan barang bukti yang telah diamankan.
Meski pihak kepolisian telah membenarkan adanya penangkapan, dugaan kekerasan seksual dan rangkaian pembunuhan tersebut masih menunggu penjelasan resmi secara lengkap dari penyidik.
Diamankan Tim Jatanras
MH ditangkap Tim Jatanras Satreskrim Polres Tapanuli Selatan bersama Unit I Pidum setelah petugas memperoleh informasi mengenai keberadaannya.
Terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Tapanuli Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Dalam proses pengembangan guna mencari dan mengamankan barang bukti, MH disebut melakukan perlawanan terhadap petugas.
Petugas selanjutnya mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan terduga pelaku pada bagian kaki kanannya.
Setelah mendapatkan penanganan medis, MH kembali dibawa ke Mapolres Tapanuli Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (Sabar Sitompul-HT)
