PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Terkait peristiwa kebakaran hebat yang menimpa satu unit mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan menghanguskan empat unit warung milik warga di Desa Manunggang Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara tadi malam, Ketua Umum DPP Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA), Stevenson Ompu Sunggu, menyampaikan sorotan tajamnya atas tragedi tersebut pada Selasa (20/10/2026).

Setelah mengetahui adanya kejanggalan pada mobil yang terbakar tersebut, Steven menyampaikan bahwa ditemukannya bekas tangki air di dalam bangkai mobil yang hangus memperkuat dugaan kendaraan tersebut adalah kendaraan pelansir BBM bersubsidi yang beroperasi secara ilegal.

“Ada yang jauh lebih menarik perhatian ketimbang penyebab kebakaran itu sendiri. Di dalam bangkai mobil yang hangus, warga menemukan bekas tangki yang ikut terbakar. Ini memicu spekulasi luas di masyarakat bahwa mobil tersebut adalah kendaraan pelansir yang kerap beroperasi tanpa izin,” ungkap Steven yang akrab disapa kesehariannya.

Lokasi kejadian yang berada tak jauh dari SPBU Manunggang, tepatnya SPBU 14.227.312 Manunggang, menjadi sorotan utama.

Steven pun menegaskan maraknya kendaraan pribadi yang dimodifikasi untuk mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah besar sangat berbahaya dan kerap dibiarkan begitu saja. Dilain pihak, maraknya pelansir BBM ilegal ini tentunya adanya komunikasi yang baik atau kong kalikong antara pihak SPBU dengan pelansir atau pengusaha ilegal ini.

“Kelebihan muatan BBM dalam jerigen atau tangki modifikasi ini tentunya membuktikan bahwa pelansir ataupun penguasa BBM ilegal ini ada komunikasi yang baik atau kong kalikong dengan pihak SPBU nya. Selain menimbulkan kerugian ratusan juta akibat mobil pelansir terbakar, tragedi ini tentunya menimbulkan rasa trauma yang mendalam bagi masyarakat sekitar,” ungkap Stevenson Omppu Sunggu kepada wartawan.

Ia juga mengutip keluhan warga yang menyebut insiden ini sebagai akibat dari pembiaran praktik pelansiran BBM ilegal yang diduga marak di kawasan tersebut.

Steven mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa ini, mulai dari identitas sopir yang melarikan diri, pemilik kendaraan, hingga adanya keterkaitan dengan pasokan BBM dari SPBU Manunggang tersebut.

“Kami meminta kepolisian dan instansi terkait tidak berhenti pada penyelidikan teknis semata. Telusuri siapa yang memasok, siapa yang melindungi, dan siapa yang bertanggung jawab atas praktik berbahaya ini. Jangan biarkan warga menjadi korban ketidakpedulian pihak berwenang, apabila perlu cabut izin SPBU nya,” pungkas pria berambut ciri khas pirang itu.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang. Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Hasiholan Naibaho, saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut hingga berita ini dimuat. (Rahmat Efendi Nasution-HT)