PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Akibat hujan deras yang mengguyur Padangsidimpuan dan sekitarnya, pada Minggu (6/4/2025) sejak pukul 16.15 WIB, sejumlah titik di kota ini turut terdampak musibah banjir.
Berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan yang diterima wartawan, wilayah yang terdampak banjir antara lain, Perumahan Sidimpuan Baru, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Di Perumahan ini, ada 15 rumah warga yang terendam banjir setinggi 30 Cm. Saat ini, personel BPBD Padangsidimpuan bersama TNI-Polri dan pihak lainnya, sudah membantu proses pembersihan material sisa banjir, karena air mulai sudah mulai surut.
Lokasi kedua adalah, Gang Air Bersih Sibaganding, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Di Gang Air Bersih Sibaganding ini juga, air terpantau mulai surut. Lokasi ketiga berada di Kelurahan Hanopan, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan kondisi air sudah mulai surut.
Berikutnya, banjir merendam Desa Manegen dan Goti, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Di dua lokasi ini, air terlihat menggenangi Jalinsum Padangsidimpuan-Mandailing Natal dan beberapa Rumah warga setinggi lebih kurang 20 Cm.
Terakhir, banjir merendam Desa Manunggang Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Setidaknya, ada 3 rumah warga yang terdampak musibah banjir. Di tiga lokasi terakhir ini, BPBD sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri dan Satpol PP sebagai upaya penanganan banjir.
Plt Kepala BPBD Kota Padangsidimpuan, Dedi Iriansyah Siregar, kepada wartawan, Senin (7/4/2025) siang memaparkan, saat ini, pihaknya bersama stakeholder terkait lainnya, sedang menangani musibah longsor di Hapinis, Kelurahan Batunadua.
“Kami terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres padangsidimpuan dan Dinas Perhubungan demi kelancaran arus lalulintas. Di mana, saat ini sedang terjadi arus balik libur lebaran. Sebab, sebagian kecil longsoran menggenangi Jalan di Hapinis,” terangnya.
Kemudian, pihaknya juga tengah melakukan upaya penanganan dengan membersihkan material longsor di Jalinsum Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan tepatnya di daerah Tanggal, Kelurahan Batunadua Jae yaitu dengan bekerjasama dengan Kodim 0212/TS , polres Padangsidimpuan, dan Dinas terkait.
“Demi kelancaran arus balik libur Lebaran, dikerahkan alat berat untuk mengantisipasi longsor susulan dan memperlancar aliran drainase saluran irigasi di daerah Tanggal tersebut,” urai Dedi.
Menurut Dedi, saat ini, personel BPBD Kota Padangsidimpuan bersama pihak-pihak terkait lainnya terus berupaya untuk membantu warga melakukam pembersihan rumah dan memantau kelancaran arus balik. Serta, terus berkoordinasi dengan pihak terkait, guna mengantisipasi musibah susulan.
“Kami mengimbau ke segenap masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk tetap waspada, mengingat cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Serta, kami mohon doa agar kiranya musibah serupa tidak terjadi lagi,” pungkas Dedi.
Sebagai informasi, selama lebih kurang 3 jam diguyur hujan tanpa henti, Kota Padangsidimpuan kembali dikepung banjir. Hal ini terlihat dari beberapa laporan masyarakat yang di-upload di media sosial dan WhatsApp Group yang mengabarkan banjir di beberapa tempat di Kota Padangsidimpuan.
Atas musibah ini, perangkat Pemko Padangsidimpuan dari mulai kepala Desa, Camat, dan instansi terkait, terlihat sibuk terjun langsung ke lapangan melihat kondisi di daerahnya masing-masing.
BPBD Kota Padangsidimpuan sudah memberikan peringatan dini terkait curah hujan dan tim sudah turun ke lokasi-lokasi yang berpotensi banjir dan longsor, terutama di sekitar daerah aliran Sungai (DAS).
Terpisah Ketua Pusat Analisis Layanan Dasar Masyarakat (Paladam), Subanta Rampang Ayu, ST mendesak Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengambil tindakan serius dalam mengatas banjir di sejumlah lokasi di Kota Padangsidimpuan.
Persoalan banjir di Kota Padangsidimpuan bukan main-main karena dihulu sungai Batang Ayumi di daerah Tapsel banyak melakukan kegiatan Ilegal logging, Kapolda Sumatera Utara dan jajarannya harus melakukan tindakan tegas kepada pelaku ilegal logging.
Selain Itu Subanta meminta Pemko Padangsidimpuan agar melakukan pemetaan lokasi langganan banjir dan melakukan normalisasi sungai Batang Ayumi dan memperhatikan drainase pemukiman warga di setiap kecamatan yang sering terjadi banjir saat di landa hujan.
Subanta menjelaskan bahwa banjir luapan Sungai batang Ayumi saat ini telah berdampak signifikan terhadap masyarakat di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.
“Kami meminta Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk segera mengambil langkah konkrit dalam menangani masalah banjir yang terjadi di Kota Padangsidimpuan, harus ada ketegasan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa banjir yang melanda sejumlah lokasi di Kota Padangsidimpuan terutama di sekitar bantaran Sungai Batang Ayumi telah menimbulkan kecemasan yang mendalam di kalangan masyarakat. Banyak harta benda warga yang rusak akibat bencana ini.
“Masyarakat tidak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga dampak negatif terhadap kesehatan dan kondisi psikologis mereka,” ungkapnya.
Selain itu, kata, Subanta Rampang Ayu agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai maupun anak sungai, apalagi sudah terjadi pendangkalan. Hujan yang biasa saja, kini sudah bisa menyebabkan air meluap dan banjir.
Melihat awan hitam saja, kata dia, warga sudah mulai was-was, apalagi hujan deras. Jika rasa trauma ini terus terpelihara, maka bisa menyebabkan masalah baru bagi warga.
“Bukan saja hanya membangun tanggul dan bersih-bersih gorong-gorong, tetapi sejauh mana banjir ini bisa diatasi jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya.dengan tegas. (Sabar Sitompul)
