PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Sejak Putra Mahkota Alam Hasibuan-Achmad Fauzan Nasution dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Padang Lawas 20 Februari 2025 lalu, baru Tiga pejabat tinggi pratama yang dilantik secara defenitif, ditambah Jabatan Sekda. Sisanya masih pelaksana tugas (Plt), dan sisa pejabat defenitif periode sebelumnya.
Bahkan dalam kurun masa pemerintahan PMA-AFN ini, jabatan pelaksana tugas kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) sudah Lima kali berganti. Dan orangnya pun ikut berganti, hanya nama Rikhmat Sukri Siregar yang Dua kali berganti SK Plt-nya.
Sebut saja mulai nama Triyanta Hadil Khoiri Dairiyawan, yang pindah ke Asisten III Kabupaten Tapanuli Selatan lewat proses lelang. Dan diganti Parlindungan Hasibuan.
Hanya hitungan bulan, Parlindungan kembali berganti kepada Rikhmat Sukri Siregar. Saat bulan haji, Rikhmat berangkat naik haji, lalu digantikan Yunirwan Imamah.
Tidak lama setelah pulang berhaji, Rikhmat kembali menjabat Plt Kepala BPPKAD. Diperkirakan, hanya kurun 1,5 tahun, pergantian kepala bendahara umum daerah ini sudah Lima kali. Namun tidak berpengaruh pada pelayanan dan sistem keuangan daerah.
Sepeeti di masa Rikhmat juga pernah dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat terpendam beberapa minggu. Terungkapnya, saat Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution turun safari Ramadhan ke Mesjid Agung Al Munawwaroh Sibuhuan di Padang Lawas pada bulan puasa Maret lalu.
Disitu Gubsu sempat menyampaikan dana TKD itu sudah turun ke daerah, termasuk Padang Lawas. Hanya saja suasana sempat bingung, dikarenakan Bupati menggeleng, pertanda belum ada laporan.
Keadaan kembali cair, ketika Plt Kepala BPPKAD dan Sekda mengangguk, membenarkan dana TKD yang dimaksud memang sudah masuk. Namun belum dilaporkan ke Bupati saat itu.
Terkait TKD penanganan bencana tersebut, dijelaskan Rikhmat, bahwa transfer ke daerah terpenuhi hingga 3 kali. Mulai dari bulan Februari satu tahap, bulan Maret tahap kedua, dan bulan April.
“Transfernya ke kita itu ada tiga tahap, Februari, Maret dan April. Karena TKD itu kan diperuntukkan penanganan bencana paska bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” jelas Rikhmat.
*Target PAD Sudah Capai 62 Persen Agustus ini*
Disisi lain, untuk tahun 2026 ini, Pemkab Padang Lawas menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp58.153.306.303. Hingga 14 Agustus, tercatat telah Realisasi sebesar Rp36.085.114.299,67. Dengan persentase 62,05 persen.
“Sumbernya dari Pajak dan retribusi, yang terhimpun didalamnya pajak kenderaan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor (PKB-BBNKB), ada PBB-P2 (pajak bumi dan bangunan-perdesaan dan perkotaan). Dan tentunya retribusi jasa umum lainnya,” terang Rikhmat. (Parningotan Aritonang-HT)
