MANDAILING NATAL, hariantabagsel.com– Berkat kerja keras tim gabungan bersama masyarakat, setelah dua hari dilakukan pencarian, akhirnya jasad seorang remaja bernama Wahyu Harahap (17), warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berhasil ditemukan pada Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 14.30 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian. Penemuan ini disampaikan oleh warga sekaligus relawan pencarian, Darah Nata, melalui akun media sosialnya.
“Alhamdulillah berkat doa kita semua, adinda Wahyu sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tidak jauh dari lokasi hanyut,” tulisnya. Ia juga turut mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Tim pencarian terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, dan Satpolair Polres Madina, yang sejak Minggu sore (14/9) telah melakukan penyisiran aliran Sungai Batang Natal dengan bantuan warga setempat.
Sebelumnya, Wahyu dilaporkan hanyut pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban hendak pulang dari ladang dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil. Diduga akibat derasnya arus, perahu terbalik dan Wahyu terseret arus hingga tenggelam.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Pemkab Madina, Sobar Nasution, membenarkan kabar ditemukannya jasad remaja tersebut.
“Benar, jasad korban sudah ditemukan ” ujarnya.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal menggunakan mobil Basarnas. Suasana haru menyelimuti keluarga dan warga yang menyambut kepulangan almarhum.dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup.
Sobar Nasution menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas di sungai yang arusnya kerap deras dan berbahaya, terutama di musim hujan.
Sementara itu, warga setempat, Muhammad Agussalim, menuturkan jenazah almarhum telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dikebumikan di TPU setempat.
Peristiwa ini menambah daftar kasus hanyut di sungai Batang Natal yang kerap memakan korban, sehingga warga diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi sungai, terutama pada musim hujan ketika arus deras sulit diprediksi. (Sabar Sitompul)


