MEDAN, hariantabagsel.com– Memang sudah benar keinginan warga Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) untuk ‘Merdeka’ memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Bagaimana tidak, buktinya pembangunan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sangat minim di wilayah Tabagsel.
“Perhatian yang rendah ini menunjukkan Tabagsel itu bukanlah wilayah yang menjadi skala prioritas. Jadi sudah benar keinginan kita pisah dari Provinsi Sumut,” kata Tokoh Pemuda Tabagsel, Anwar Fahmi Siregar.
Tabagsel katanya sangat kaya Sumber Daya Alam (SDA) dan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola kekayaan yang ada di Tabagsel.
Kekayaan SDA yang ada di wilayah Tabagsel diantaranya Tambang Emas (Kabupaten Tapsel dan Madina), Pembangkit Listrik Panas Bumi (Tapsel dan Madina) perkebunan sawit sangat luas (Kabupaten Palas, Paluta, Tapsel dan Madina), Pembangkit Listrik Tenaga Air (Tapsel) dan garis pantai laut panjang di Sumut terletak di Natal, Kabupaten Madina.
“Belum lagi hutan sangat luas penghasil oksigen di dunia, keanekaragaman hayati warisan dunia, Harimau dan Orang Utan Tapanuli ada di Batangtoru dan Taman Basional Batang Gadis di Madina. Sangat-sangat kaya wilayah Tabagsel ini, tapi pajak mengalir ke pusat dan provinsi,” bebernya.
Tapi anehnya daerah sangat tertinggal dan miskin. Pendidikan tertinggal, rumah sakit sangat tidak layak, jalan rusak parah.
“Hanya ada satu solusi agar Tabagsel khususnya warganya tetap hidup bagaimana layaknya manusia merdeka ya harus memisahkan diri dari Sumatera Utara,” tegasnya.
Tokoh Adat Tabagsel, Basa Sahala Harahap menambahkan memang sudah sebaiknya “Merdeka” dari Sumatera Utara.
“Karena Belanda saja sudah “memisahkan” Tabagsel dari Sumatera Utara,” ujarnya.
Buktinya katanya seperti yang sedang viral sekarang dimana plat kendaraan Sumut beda dengan Tabagsel.
“Platnya Tabagsel (BB) nya sendiri. Pelayanan Samsat di provinsi tetangga jauh lebih baik. Plat BB Tabagsel tidak dianggap. Satu kata! Wilayah Tabagsel harus ‘Merdeka’ agar masyarakat nya bisa menikmati sendiri hasil SDA-nya dan bisa sejahtera,” katanya. (Parlin Pohan-HT)
