PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan yang berada di Komplek Rumah Sakit tersebut resmi beroperasi. Hal ini di tandai dengan acara Peresmian atau Lounching Unit Transfusi Darah tersebut oleh Walikota Padangsidimpuan DR. H. Letnan Dalimunthe pada Rabu (8/7/2026).
Dalam laporannya, Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan drg. Susanti Lubis M.K.M mengatkan bahwa UTD tersebut bersumber dari DAK tahun 2024. UTD tersebut saat ini memiliki fasilitas yang cukup baik di topang perangkat bertehnoligi terbaru, juga ada satu unit mobil tempat pengambilan darah.UTD sebagai salahsatu fasilitas pelayanan kesehatan di dalam rumah sakit sebagai penyediaan darah untuk transfusi. Unit ini diharapkan dapat menyediakan stok darah aman, bermutu, dan jumlahnya cukup untuk mendukung kebutuhan medis.
“Adanya UTD di rumah sakit ini, setidaknya kita memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan pasien sendiri atas darah. Kedepan ketersediaan stok darah di UTD RSUD ini nantinya dapat juga di pergunakan pasien dari Rumah Sakit lainnya. Untuk itu, RSUD Padangsidimpuan akan membuat MoU dengan Rumah Sakit yang ada di Kota Padangsidimpuan. Dalam hal kegiatan donor darah di luar UTD Rumah Sakit, dilakukan bersama sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padangsidimpuan. Selain itu masyarakat yang ingin donor darah dapat langsung ke tempat ini,” ucapnya.
Sementara itu DPRD Kota Padangsidimpuan diwakili Wakil Ketua H. Rusydi Nasution, dalam sambutannya mengatakan apresiasi kepada jajaran RSUD Padangsidimpuan atas adanya Unit Transfusi Darah ini. Keberadaan Unit Transfusi Darah (UTD) sangat krusial dalam sistem kesehatan karena menjadi tulang punggung penyelamatan nyawa.
“Fasilitas ini memastikan ketersediaan, keamanan, dan distribusi darah bagi pasien yang membutuhkan, seperti korban kecelakaan, ibu melahirkan, hingga penderita penyakit kritis atau kelainan darah. Untuk itu saya mengajak seluruh OPD, Lembaga, Organisasi san masyarakat untuk melakukan donor darah. Darah yang kita sumbangkan boleh di katakana sebagai penyelamat nyawa pasien,” ungkap Ketua Gerindra Kota Padangsidimpuan ini.
Sementara itu Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe dalam arahannya antaralain mengatakan ketersediaan darah di sarana kesehatan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darahnya. Selain itu, ketersediaan darah juga ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana yang dapat menjamin ketersediaan darah dalam jumlah yang cukup, aman dan berkualitas. Walikota Padangsidimpuan yang pernah jadi Ketua PMI Padangsidimpuan meminta PMI memotivasi para pendonor darah yang aktif selama ini agar terus menyumbangkan darahnya secara teratur, dan memotivasi masyarakat yang belum pernah mendonorkan darahnya untuk mulai mendonorkan darahnya, khususnya pada kaum muda.
“Terkhusus bagi mereka yang sering atau teratur mendonor darah agar di beri Reward atau penghargaan. Hal ini sudah ada ketentuannya berdasarkan pencapaian jumlah donor. Pendonor darah dijuluki sebagai pahlawan kemanusiaan, di mana dalam desikasi pendonor telah menyelamatkan banyak nyawa sesamanya manusia, maka sangat layak di beri penghargaan,” sebut Wali Kota.
Peresmian UTD RSUD Kota Padangsidimpuan di hadiri Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, Rahmat Marzuki Nasution Sejumlah Kepala OPD, Direktur RS TNI AD, Direktur RS Inanta, Direktur RS Meta Medica, Rektor Aufa Royhan serta sejumlah undangan lainnya. Peresmian di rangkai dengan penandatangan MoU RSUD Padangsidimpuan dengan PMI Kota Padangsidimpuan, Penandatangan Prasasti UTD RSUD dan pengguntingan pita oleh Walikota. Dilanjutkan dengan peninjauan ke ruang UTD, pemeriksaan kesehatan dan donor darah. (Anas Nasution-HT)
