PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Tumpahan solar yang kembali terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Padangsidimpuan, Minggu (28/6/2026), mengakibatkan sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh. Jalan yang licin akibat ceceran bahan bakar membuat para pengendara kehilangan kendali saat melintas. Peristiwa tersebut pun menjadi perhatian luas masyarakat setelah videonya beredar di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pengendara mengalami luka ringan dan kerusakan pada kendaraan mereka akibat insiden tersebut. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu langsung berupaya membantu para korban sekaligus memperingatkan pengguna jalan lainnya agar mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi. Beberapa warga bahkan berinisiatif mengatur arus kendaraan secara manual untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menambah daftar panjang kasus tumpahan bahan bakar di jalan raya yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Warga menilai peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi dan berharap ada langkah nyata untuk mengungkap penyebabnya sehingga tidak terus berulang.

Menanggapi laporan masyarakat, personel Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas melakukan pembersihan jalan guna menghilangkan sisa solar yang menyebabkan permukaan aspal menjadi sangat licin.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Pemko Padangsidimpuan, Ashadi Mukhtar Nasution, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya tumpahan solar yang membahayakan pengguna jalan.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pembersihan jalan. Fokus utama kami adalah mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan jalan kembali aman dilalui masyarakat,” ujar Ashadi.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan awal di lapangan, tumpahan solar tersebut diduga berasal dari kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengalami kebocoran saat melintas di kawasan Jalan Imam Bonjol. Namun demikian, pihaknya tidak dapat memastikan sumber pasti tumpahan tersebut karena hal itu menjadi kewenangan aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami menduga ada kendaraan pengangkut solar yang mengalami kebocoran. Namun untuk memastikan sumber pastinya tentu harus dilakukan penyelidikan oleh pihak yang berwenang. Yang jelas kondisi jalan saat itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” katanya.

Ashadi juga mengingatkan para pengemudi kendaraan pengangkut BBM agar lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Menurutnya, kebocoran sekecil apa pun dapat menimbulkan dampak besar terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Pengangkut bahan bakar harus memastikan kendaraan dalam kondisi layak dan aman sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Satlantas Polres Padangsidimpuan turut melakukan penanganan di lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Kasat Lantas Polres Padangsidimpuan, AKP Jonni Silalahi, melalui laporan petugas menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi terkait adanya tumpahan solar di Jalan Imam Bonjol tepatnya di depan Loket Satu Nusa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satlantas yang terdiri dari Ipda Joko Winarno, S.H., Aiptu TM Munthe, dan Bripda Raja Siregar langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas, membantu mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membersihkan jalan dari tumpahan solar.

Langkah cepat yang dilakukan petugas dinilai mampu mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih besar. Setelah proses pembersihan selesai dilakukan, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal dan dapat dilalui masyarakat dengan aman.

Di tengah penanganan kejadian tersebut, muncul desakan agar aparat penegak hukum tidak berhenti pada upaya pembersihan dan pengamanan lokasi semata. Pemerhati sosial dan kebijakan publik, Barita Simanjuntak, meminta kepolisian segera mengusut pihak yang bertanggung jawab atas tumpahan solar yang telah menyebabkan korban berjatuhan.

Menurut Barita, kejadian yang menimbulkan korban di ruang publik tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa. Ia menilai aparat kepolisian memiliki kewajiban untuk mengungkap penyebab dan mencari pihak yang bertanggung jawab agar ada kepastian hukum serta efek jera.

“Polisi harus bertindak cepat. Jangan menunggu laporan resmi baru bergerak. Kejadian ini sudah menimbulkan korban dan membahayakan keselamatan masyarakat. Jika tidak diusut secara serius, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang,” tegas Barita.

Ia menilai aparat kepolisian dapat melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi, memeriksa saksi-saksi yang melihat kejadian, serta mengidentifikasi kendaraan yang diduga menjadi sumber kebocoran solar tersebut.

Menurutnya, langkah tegas sangat diperlukan agar para pengusaha maupun pengemudi kendaraan pengangkut BBM lebih memperhatikan standar keselamatan saat beroperasi di jalan raya.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat kelalaian pihak tertentu. Jika ditemukan ada unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Barita juga mengingatkan bahwa tumpahan bahan bakar di jalan raya bukan persoalan sepele. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan tunggal, kondisi jalan yang licin dapat memicu kecelakaan beruntun, terutama pada jam-jam sibuk ketika arus kendaraan sedang padat.

Peristiwa di Jalan Imam Bonjol ini kembali menjadi alarm bagi seluruh pihak tentang pentingnya pengawasan terhadap kendaraan pengangkut bahan bakar yang beroperasi di wilayah Kota Padangsidimpuan. Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap sumber tumpahan solar tersebut sekaligus memastikan adanya tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Harapan itu muncul karena keselamatan pengguna jalan merupakan hak setiap warga. Tanpa adanya penindakan dan evaluasi yang serius, masyarakat khawatir kejadian serupa akan kembali terjadi dan menimbulkan korban yang lebih banyak di kemudian hari. (Sabar Sitompul-HT)