PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Kekeringan air belakangan ini tengah melanda sebagian besar di wilayah Padang Lawas. Cuaca yang tidak terprediksi saat ini, cukup berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat luas.
Musim kering, meski biasanya memasuki di bulan penghujan menjadikan masyarakat kewalahan. Sehubungan dengan terjadinya musibah kekeringan yang disebabkan oleh belum turunnya hujan dalam waktu yang cukup lama di daerah Kabupaten Padang Lawas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Lawas menyerukan beberapa hal.
Antara lain, diserukan agar seluruh kaum muslimin Padang Lawas berpegang teguh dengan ketaqwaan, menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, patuh membayar zakat, menjauhi kesyirikan dan menghindari riba.
Kaum muslimin Padang Lawas juga diserukan supaya bertaubat, banyak beristighfar dan bersedekah dalam rangka berwasilah meminta hujan kepada Allah SWT.
Selain itu, MUI juga mengimbau kepada Pemerintah, Ormas Islam, Pimpinan Pondok Pesantren, serta khususnya para pengurus dan pimpinan MUI di 17 kecamatan se-Kabupaten Padang Lawas, agar mengagendakan pelaksanaan Shalat Istisqa’ di wilayah masing-masing. Idealnya, Shalat Istisqa’ dilaksanakan pada Jumat besok.
“Seluruh kaum muslimin Padang Lawas supaya berdo’a meminta hujan pada waktu dan tempat terbaik untuk berdo’a. Termasuk besok dalam pelaksanaan Shalat Jum’at, 14 November 2025,” seru MUI lewat surat seruan yang langsung ditandatangani Ketua MUI, H Ismail Nasution MTh.
MUI juga menyerukan agar kepada para ulama, ustadz dan tokoh agama supaya turut memimpin jama’ah berdo’a minta hujan pada majelis taklim, pengajian dan masjid masing-masing. Sebaliknya, MUI menyerukan agar Pemerintah dan aparat penegak hukum membersihkan Padang Lawas dari tempat-tempat maksiat, sarang narkoba yang bertebaran di 17 Kecamatan se-Padang Lawas.
“Majelis Ulama Indonesia Kecamatan, Ormas Islam, Pondok Pesantren dan Madrasah se-Kabupaten Padang Lawas supaya membuat seruan dan amalan serupa,” demikian seruan tertulis tersebut menghadapi musim kering di Padang Lawas. (Parningotan Aritonang-HT)
