PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Realisasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penambang yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padangsidimpuan (Psp) dianggap cukup memuaskan meski tidak 100 persen. Namun dengan sisa waktu 2 bulan diharapkan bisa terealisasi 100 persen.
Hanya saja capaian tidak menjadikan kedua OPD ini menjadi jumawa dan menjadi lemah dalam penagihan pada tahun mendatang.
“RSUD realisasinya hingga Oktober itu sekitar 86 persen sedangkan RSUD sekitar 85 persen. Ini capaian yang sangat bagus,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kota Psp, Rusydi Nasution.
Kemudian kata Wakil Ketua DPRD Kota Psp ini, pihaknya juga objektif, OPD yang sesuai target realisasi harus diberikan apresiasi.
“Bahwa kami dari Gerindra juga harus objektif dalam melihat kinerja OPD terkait PAD. Untuk RSUD dan Dinkes kami apresiasi karena capain PAD sesuai target. Untuk itu kedepannya kita perlu membenahi dan menyiapkan kebutuhan mereka untuk bisa bekerja lebih optimal lagi, karena sebaiknya memang harus 100 persen realisasinya,” ujarnya.
Dikatakannya dari target PAD yang dicanangkan untuk Dinkes tahun 225 sebesar Rp 10.926.020.188 dan sudah terealisasi sebesar Rp 9.294.493.936 atau sekitar 85 persen.
Sedangkan RSUD Kota Psp dari target yang dibebankan tahun 2025 sebesar Rp36 milliar sudah terealisasi sebesar Rp31.086.950.877 atau sekitar 85 persen.
“Capaian ini menunjukkan keseriusan pimpinan OPD juga tidak lepas dari solidnya tim di OPD tersebut. Kepala daerah harus memberikan apresiasi dan reward sebagai motivasi agar OPD penambang semakin baik melakukan kinerjanya,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan, H. Balyan SKM, MKes mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan penagihan hingga akhir tahun ini dari 3 retribusi yang menjadi tambang PAD yakni Retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas, retribusi pelayanan kesehatan di tempat lainnya (non kapitalis) serta JKN.
“Tahun depan kita berharap capaian akan semakin baik tentu saja harus dibarengi dengan semakin baiknya pelayanan kepada masyarakat dan mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh layanan kesehatan di semua lembaga kesehatan serta peningkatan SDM dan atribut kesehatan di seluruh tingkatan,” harapnya.
Sementara Direktur RSUD Kota Psp, dr Susanti Lubis menegaskan capaian PAD dari instansi yang dipimpinnya dapat membuat kepercayaan masyarakat semakin tinggi dengan datang berobat ke rumah sakit pemerintah ini.
Tentunya kata wanita tangguh ini, untuk mencapai itu maka pelayanan kepada pasien harus ditingkatkan, kemudahan pasien mengakses rumah sakit dalam hal dokumen, peningkatan alat kesehatan serta meningkatkan profesionalisme para tenaga kesehatan.
“Dengan begitu masyarakat akan makin percaya kemampuan rumah sakit yang artinya perputaran uang tetap ada di Kota Psp dan hal ini berkaitan langsung terhadap maksimalisasi realisasi PAD,” ujarnya.
Diakuinya bahwa sumber PAD dari rumah sakit yang paling besar adalah dari JKN yang mencapai Rp28 millar dari yang ditargetkan Rp33 milliar. (Rel-HT)
