PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Setelah hampir 24 jam dinyatakan hilang setelah terseret arus sungai Aek sibottar, seorang warga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban hanyut diketahui warga Jalan Alboin Hutabarat Lk I, Gang Dame 6, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidmpuan.

Jasad korban ditemukan warga yang sedang mencari ikan di aliran Sungai Batang Ayumi tepatnya di belakang Asrama Kodim, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu (26/11/25).

Proses penemuan mayat bermula ketika sekelompok warga berangkat menangkap ikan. Salah seorang di antara mereka melihat sosok mencurigakan yang tersangkut di pinggiran sungai.

“Awalnya saya pikir batang kayu. Setelah saya dekati, rupanya mayat,” ujar seorang warga yang pertama kali melihat jasad korban.

Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan dari Kodim 0212/TS, Sat binmas, Sat Samapta, Sat Intelkam, Tim Inavis Satreskrim Polres Padangsidimpuan, BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) , Forum Arung Jeram Indonesia (FAJI), serta Forester Tabagsel tiba di lokasi.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menggunakan mobil Ambulance ke RSUD Padangsidimpuan untuk dilakukan proses identifikasi oleh pihak rumah sakit bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Padangsidimpuan.

Sekira pukul 15.55 WIB, mayat PRAWIRA ADI PUTRA BATUBARA dibawa ke pihak keluarga ke kediamannya dan membuat Surat Pernyataan tidak dilakukan Otopsi.

Kasat reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H Naibaho menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, baik dari TNI polri maupun tim gabungan serta masyarakat yang ikut membantu proses pencarian dan evakuasi.

“Keberhasilan evakuasi ini berkat sinergi dan kerja sama semua pihak. Kami ucapkan terima kasih kepada tim gabungan dan masyarakat yang telah bahu membahu membantu hingga proses evakuasi berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna melalui Kasat Reskrim, AKP H Naibaho menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, serta mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika kondisi debit air meningkat.

Dalam kesempatan ini, Kasat Reskrim mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas melintasi genangan atau arus banjir, terutama di kawasan yang tidak dapat dipastikan kedalaman dan kekuatan alirannya.

Masyarakat juga diminta selalu meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan diri di tengah kondisi cuaca yang ekstrim mengakibatkan banjir yang masih berpotensi meningkat.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan melintas jika kondisi air deras atau melebihi batas aman. Tetap waspada dan saling menjaga,” pungkasnya.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur Kota Padangsidimpuan menyebabkan debit air Sungai Sibontar meningkat tajam.

Korban bersama dua rekannya sedang mencari ikan di sekitar sungai tersebut. Namun, derasnya arus membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri dan akhirnya hanyut terbawa arus deras.

Dua teman korban yang melihat kejadian itu sempat berusaha meminta pertolongan, namun derasnya arus membuat pencarian harus dilakukan oleh tim gabungan hingga akhirnya korban ditemukan di lokasi yang cukup jauh dari titik awal hanyut. (Sabar Sitompul-HT)