PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Padang Lawas menghadiri dan mengikuti kegiatan Sosialisasi Program Kerja FKUB Se Sumatera Utara yang dilaksanakan 28-29 Nopember 2025 minggu lalu di Hotel Madani Medan. Secara resmi, acara tingkat provinsi itu dibuka langsung Kaban Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara, Mulyono ST MSi.
Kepada Harian Tabagsel, Ketua FKUB Padang Lawas, Asran Hasibuan SAg menerangkan, acara itu dilanjutkan dengan penyampaian materi Ketua FKUB Provinsi Sumatera Utara, Drs H M Hatta Siregar SH MSi tentang penguatan Visi FKUB dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui program Kerukunan umat beragama di Sumatera Utara. Kemudian pemateri dari akademisi, Purjatian Azhar MHum dengan materi menakar Kerukunan Umat Beragama di Sumatera Utara. Lalu dilanjutkan penyampai laporan Kerja FKUB Kab/Kota se-Sumut serta sidang-sidang komisi yang membahas program kerja, rekomendasi dan evaluasi akhir kegiatan tahun 2025.
Diketahui, FKUB sebagai lembaga yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan tahun 2006, memiliki peran strategis dalam menjaga dan merawat kerukunan. FKUB sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan konsultasi antarumat beragama, serta menjadi Mitra pemerintah dalam menciptakan suasana kondusif bagi kehidupan beragama yang harmonis.
Di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota di Sumatera Utara, berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kerukunan umat beragama. Dalam menjalankan perannya FKUB menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek internal maupun eksternal.
Untuk mengoptimalkan peran FKUB dalam merawat kerukunan di Sumut, diperlukan upaya untuk mensosialisasikan program kerja FKUB secara menyeluruh di tingkat kabupaten/kota.
“Sosialisasi ini penting untuk memastikan bahwa seluruh FKUB memiliki pemahaman yang sama tentang visi, misi dan program kerja serta dapat diimplementasikan secara efektif, dan responsif dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial ditengah keragaman yang ada,” jelas M Hatta Siregar. (Parningotan Aritonang-HT)
