TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Di hari libur Natal dan Tahun Baru 2026 destinasi wisata Aek Sijorni, Desa Silaiya, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan ramai pengunjung dari berbagai daerah, terkhusus pengunjung dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Tahun ini suasananya berbeda dengan tahun lalu, bagaimana tidak, akses jembatan gantung atau disebut rambin yang merupakan salah satu akses pengunjung menuju pemandian Aek Sijorni milik pelaku UMKM masyarakat sekitar, rusak parah akibat diterjang banjir bandang yang menimpa Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Harian Tabagsel mengunjungi destinasi wisata Aek Sijorni, Kamis (1/1/2026) dan untuk sementara pengunjung harus menggunakan perahu inisiatif warga sekitar, yang dirakit untuk bisa menyebrangi sungai Aek Silaiya menuju lokasi pemandian pelaku UMKM masyarakat sekitar.
Salah satu kordinator perahu kepada Harian Tabagsel bercerita, jembatan rambin rusak parah akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.
“Ayo naik bang, perahu ini aman, untuk sementara kita gunakan sebagai alat penyebrang,” katanya kepada wartawan dengan nada menyakinkan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Selatan, Abdul Saftar Harahap ketika dihubungi Harian Tabagsel menghimbau dan mengatakan, dalam rangka penyelenggaraan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan pada saat libur natal dan tahun baru, pihaknya menyampaikan kepada pengelola objek wisata dan pelaku wisata agar :
1. Melakukan mitigasi bencana alam dan non alam terhadap usahanya dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka memberikan kemanan, kenyamanan dan keselamatan bagi karyawan dan pengunjung.
2. Menyediakan informasi yang jelas mengenai jam operasional, aturan khusus dan kegiatan yang berlangsung selama liburan.
Camat Sayur Matinggi, Enri Cofermi Batubara, M.Pd Kepada Harian Tabagsel mengungkapkan rusaknya jembatan rambin itu terjadi pada tanggal 26 Desember tahun 2025 lalu.
“Jembatan gantung putus 26 November 2025 lalu dek, namun terkait perahu/rakit kita dari pemerintah kecamatan tidak memberi rekomendasi, pengunjung untuk naik perahu sebelum jembatan gantung di rekontruksi kembali,” tandasnya.
Enri juga menambahkan karena jembatan yang lain masih ada, dan bisa untuk di lewati. Sedangkan untuk jembatan gantung, akan ada perbaikan nantinya.
“Kita sudah laporkan ke pemerintah kabupaten,” tambahnya. (Saipul Bahri Siregar-HT)
