PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Narasi perjuangan Kartini hari ini bukan lagi tentang surat di balik pingitan melainkan tentang keberanian untuk menyuarakan gagasan di ruang ruang publik.

Jika dahulu Kartini berjuang agar perempuan bisa sekolah, maka hari ini perjuangan itu berlanjut pada bagaimana perempuan mengisi posisi strategis dalam pengambilan keputusan. Perjuangan hari ini hadir melalui penyusunan peraturan daerah yang pro-rakyat, pengawasan anggaran yang transparan dan memastika pembangunan menyentuh setiap lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Kartini masa kini adalah pemimpin yang tidak lagi gagap teknologi. Tetapi di tengah arus Digitalisasi dan AI, narasi perjuangan Kartini Hari Ini adalah tentang Literasi.

“Habis Gelap Terbitlah Terang” saat ini berarti memutus rantai ketidaktahuan dengan ilmu pengetahuan dan mengganti keraguan dengan keberanian untuk memimpin. Perjuangan Kartini adalah perjuangan kolektif untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir hari ini akan menjadi warisan yang baik bagi generasi mendatang. (***)