PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Lebih dari 200-an Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri dan swasta, serta Ratusan guru dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Lawas mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) eksplorasi penggunaan IFP (Interactive Flat Panel). Bimtek dipusatkan di Aula Hotel Almarwah Sibuhuan sejak Selasa-Jumat (24-17/4) secara berzona.

Berlanjut hari Sabtu (18/4) dengan giat bertajuk ‘workshop keterlibatan informasi dan peran pers dalam peningkatan kapasitas kepala sekolah’, yang dimotori oknum, mengatasnamakan PWI perwakilan Padang Lawas.

Kabar kabarnya, bimtek ini merupakan konspirasi oknum-oknum tertentu guna meraup untung dari dana BOS. Bimtek ini sendiri bersumber dana dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Dugaan itu muncul nama RA, Kabag di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Di dinas pendidikan hajat ini mulus lewat Sekretaris, MSD.

Terlihat janggal. Dimana Bimtek berjalan dengan pelaksana pihak ketiga ‘Mutiara Tech’ yang beralamat di Jalan Raya Tigo Baleh-Pasia Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Sumatera Barat. Sedang orang-orang panitia mengaku dari Medan dan Siantar.

Rentetan itu menguatkan dugaan adanya permainan. Bahkan dilokasi Aula Hotel Almarwah terkesan tertutup. Sempat awak media distop, dilarang mendokumentasikan kegiatan.

Spanduk atau berupa papan bunga tidak ada tampak diluar selama kegiatan berlangsung. Begitu pun di gerbang dan pintu masuk lokasi hotel, tidak ada.

Dilihat dari besaran anggaran, giat ini menelan anggaran Rp 1.250.000 per guru dan per kepala sekolah. Dan langsung ditransfer ke rekening lembaga Mutiara Tech, sebagai pihak fasilitator. Dan infonya, tiap sekolah mengirimkan guru 2-3 orang, tergantung besaran dana BOS yang diterima sekolah.

Hal ini tentu, dianggap kurang ideal. Bimtek kepala sekolah dan guru dilaksanakan pihak ketiga. Bukan dinas bersangkutan.

Nilai-nilai penggunaan dana BOS yang harusnya untuk kepentingan sekolah, malah dikonspirasi, diolah guna meraup untung.

Alasannya (bimtek) tergolong dapat dimaklumi. Yakni permintaan sekolah-sekolah untuk mengoptimalkan penggunaan smartboard.

“Permintaan sekolah-sekolah, karena untuk memfungsikan smartboard,” kata Plt Kadis Pendidikan, Laskar Muda Nasution saat berbincang merujuk pada giat Bimtek yang digelar. 

Hanya saja, dugaan ini belum sepenuhnya terkonfirmasi. Sekretaris Dinas Pendidikan Muhammad Syahdin Daulay tidak menanggapi, hanya mengarahkan bertemu dengan pihak ketiga, fasilitator, guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

Pun soal dugaan titipan dari oknum RA, di Kajati Sumut. Tidak ada komentar.

“Itu makanya, langsung aja ke panitia (pihak ketiga pelaksana kegiatan),” tandas Syahdin. (Parningotan Aritonang-HT)