TAPANULI SELATAN, harian tabagsel.com– Masyarakat Dusun II Aek Sabatang Menek, Desa Malombu dan Lingkungan V Kelurahan Rianiate mengeluhkan akses jalan menuju perkampungan mereka dan lokasi menuju sekolah di SD Negri 101310 Aek Sabatang.

Keluhan itu disampaikan kepada media ini pada Senin (20/4/2026) pagi. Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dibawah kepemimpinan H. Gus Irawan Pasaribu melanjutkan pembangunan jalan melalui Dinas PUPR yang di danai dari APBD Tapsel.

Diketahui jalan tersebut sudah beberapa tahun ini dilakukan pembangunan menggunakan ratusan juga dari APBD Tapsel dan sangat disayangkan jika tidak dilanjutkan untuk mem “BANGKIT” kan kesejahteraan masyarakat sesuai jargon pasangan BAGUSI.

Kapala Lingkungan V Aek Sabatang, Agus Laia, kepada media ini mengatakan, sampai saat ini, belum ada yang meninjau lokasi jalan yang sangat mereka keluhkan.

“Itu sudah kita sampaikan melalui lurah dan camat angkola sangkunur mengenai kondisi jalan dari Aek Sabatang Menek menuju Bukkas Desa Malombu. Tapi pemerintah terkait belum ada yg menghubungi kita. Kondisi jalan tersebut sangat prihatin dari dulu sampai sekarang pak,” ungkapnya.

Agus menambahkan, ia sudah mengundang Babinsa waktu gotong royong kemarin, dengan tujuan supaya ada yg mengetahui keadaan jalan kita tersebut dari pihak aparat dan mendukung laporan kita ke Pemerintah terkait tutupnya.

Warga lainnya, Yusman Harefa kepada awak media mengatakan, bahwa sekitar 1 Kilometer jalan rabat beton sudah dibangun dari bahu jalan kabupaten tepatnya di Simpang Jalan Baru, Dusun I Bukkas.

“Yang sudah dibangun hanya sekitar 1 Kilometer pak. Dari titik terakhir pembangunan masih membutuhkan kelanjutan sekitar 3-5 Kilometer lagi agar sampai ke lokasi SD Negeri Aek Sabatang dan Lingkungan V Kelurahan Rianiate dan berbatas dengan Dusun II Aek Sabatang Menek,” ungkapnya.

Menurutnya, jalan ini sangat diharapkan masyarakat dua perkampungan itu karena sebagai akses vital menuju perkampungan dan untuk memperlancar mobilitas mereka.

“Kami sangat berharap pak, agar pembangunan jalan rabat beton ini dilanjutkan, apalagi saat mengeluarkan hasil bumi, kami sangat kesusahan pak,” tuturnya.

Tenaga pendidik SDN Aek Sabatang di akun media sosial facebok, Amoni Nduru juga menyampaikan pandangannya terhadap situasi jalan menuju lingkungan V, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.

“Ternyata banyak juga ya masyarakat yang mengeluh karena keadaan dan kondisi jalan ini, Namun mata yang dekat di daerah ini menutup mata,” tulisnya.

Pantauan dilapangan, saat musim penghujan anak-anak sekolah bersusah payah agar sampai ke lokasi sekolah untuk menuntut ilmu. Para tenaga pendidik juga sangat sulit menjangkau sekolah SD Negeri Aek Sabatang Menek karena akses jalan yang sangat sulit dan tak bisa dilalui roda dua.

Lurah Rianiate, Rahmaini S.Pd saat dikonfirmasi awak media mengatakan, jalan itu sudah dilaporkan melalui pemerintah kecamatan Angkola Sangkunur dan sudah diketahui Asisten di Pemkab Tapanuli Selatan.

“Sudah ito, sudah dilaporkan,” katanya singkat melalui sambungan telepon Whatsapp.

Rahmaini menambah jalan tersebut bukan jalan ni taman menuju Lingkungan V Kelurahan Rianiate akan tetapi akses penghubung antara Lingkungan V dengan Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Masyarakat yakin, dibawah kepemimpinan Bupati Gus Irawan bisa mem”Bangkit”kan mereka dari ketertinggalan jalan selama puluhan tahun dan jalan tersebut bisa dilanjutkan pembangunannya. (Saipul Bahri Siregar-HT)