TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com– Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu turun langsung ke titik longsor di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Selasa sore (19/5/2026). Di hadapan personel Basarnas, Polri, TNI, dan jajaran Pemkab Tapsel, ia memberikan keterangan terkait kondisi terkini serta langkah penanganan pasca-bencana yang menewaskan Yasine Gulo dan anaknya, Sariman Gulo.
Berdiri di depan tebing longsor dengan latar tanah merah, lumpur tebal, dan batang pohon karet tumbang, Gus Irawan menyampaikan penjelasan kepada awak media yang merekam momen tersebut melalui ponsel. Lokasi yang berada di tengah kebun warga itu masih terlihat labil dan rawan longsor susulan.
Gus Irawan menjelaskan, hujan deras yang mengguyur Batangtoru pada Senin sore menjadi pemicu utama terjadinya longsor. Air yang tidak mengalir lancar akibat saluran tersumbat meluap dan mengikis bagian atas bukit, sehingga material tanah dan pepohonan meluncur ke bawah.
“Kemarin hujannya sangat deras. Ada parit kecil yang mungkin tersumbat, sehingga air masuk ke rumah warga. Saat Yasine dan Sariman pergi memperbaiki aliran air di belakang rumah, longsor datang tiba-tiba,” ujar Bupati.
Ia mengakui, proses pencarian dan evakuasi menghadapi kendala serius akibat akses jalan menuju lokasi yang sempit. Hanya alat berat yang bisa masuk ke area kejadian.
“Fokus kami sekarang adalah evakuasi dan memastikan keselamatan tim di lapangan. Tanah di atas masih labil. Kalau dipaksakan, bisa membahayakan petugas,” tegasnya.
Menurut Bupati, laporan mengenai longsor diterima Pemkab Tapsel pada Senin malam, tidak lama setelah kejadian. Tanpa menunggu pagi, koordinasi langsung dilakukan dengan BPBD Tapanuli Selatan untuk menurunkan alat berat dan personel ke lokasi.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI, dan masyarakat setempat sudah bekerja sejak malam itu. Hingga Selasa sore, upaya pencarian Sariman Gulo yang belum ditemukan masih terus dilakukan.
“Kami mengapresiasi kerja cepat dan kerja sama semua pihak. Tanpa sinergi ini, penanganan di lapangan tidak akan berjalan optimal. Tapi keselamatan petugas tetap nomor satu,” kata Gus Irawan.
Selain meninjau lokasi, Bupati juga telah mendatangi rumah duka keluarga korban pada Selasa malam. Ia berdialog langsung dengan Oktavianus Gulo, anak ketiga Yasine, yang kini harus menanggung beban menghidupi enam adiknya seorang diri.
Oktavianus mengaku bingung melanjutkan hidup setelah kehilangan ibu dan abangnya yang merupakan tulang punggung keluarga. Pihak pemilik kebun tempat Yasine bekerja juga meminta keluarga segera pindah karena lokasi dinilai rawan longsor susulan.
Menanggapi hal itu, Gus Irawan memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam.
“Setelah proses evakuasi selesai, kami akan segera memutuskan bentuk bantuan apa yang bisa diberikan. Bisa berupa bantuan sosial, kebutuhan dasar, hingga skema relokasi jika diperlukan,” ujarnya.
Bupati menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh permukiman warga yang berada di zona rawan bencana di Tapanuli Selatan. Pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji bersama BPBD dan dinas terkait.
Gus Irawan mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dan lereng curam agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
“Kalau melihat ada retakan tanah, aliran air yang tiba-tiba berubah, atau mendengar suara gemuruh dari atas bukit, segera laporkan dan mengungsi ke tempat aman. Jangan menunggu sampai terjadi longsor,” pesannya.
Ia juga meminta kepala desa dan perangkat desa untuk aktif memantau kondisi wilayahnya masing-masing dan segera berkoordinasi dengan BPBD jika menemukan potensi bahaya.
Peristiwa longsor di Kelurahan Wek I menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi di Tapanuli Selatan sepanjang 2026. Kondisi geografis yang berbukit dan curah hujan tinggi membuat sejumlah wilayah di daerah ini masuk kategori rawan longsor.
Pemkab Tapsel menyatakan akan memperketat pemantauan di titik-titik rawan dan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Kehadiran Bupati di lokasi kejadian diharapkan dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk mereka. (Sabar Sitompul-HT)
