PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama Pertamina SBM Sibolga melibatkan wartawan dalam operasi pengawasan dan pembinaan distribusi LPG bersubsidi tabung ukuran 3Kg. Sidak menyasar pangkalan, Dapur SPPG, agen, serta sejumlah usaha komersial di wilayah Padangsidimpuan untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan mencegah kelangkaan.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026) mulai pukul 11.00 WIB. Operasi dipimpin langsung oleh Kabag Perekonomian Setda Pemko Padangsidimpuan Daulat Dalimunthe bersama SBM Pertamina Sibolga M Fiqri Elfiansyah dan tim gabungan. Kehadiran para awak media dalam operasi ini bertujuan menjaga transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik.
Apel Gabungan, Tim Bergerak ke Lapangan Rangkaian kegiatan diawali dengan apel di Lapangan Apel Kantor Wali Kota Padangsidimpuan yang dipimpin Asisten II Pemko Padangsidimpuan Rahuddin Harahap. Dalam arahannya, Rahuddin menegaskan sidak ini merupakan tugas rutin untuk menjaga agar penyaluran LPG 3Kg tidak salah sasaran.
“Kita akan melakukan sidak ke lapangan terkait peredaran LPG 3Kg. Agar penyaluran gas LPG 3Kg ini tidak salah sasaran. Sasaran kita adalah agen-agen, dan masih kita rahasiakan agar ada keterjaminan menuju sasaran yang kita targetkan. Kita juga akan mengambil sampel ke SPPG dan tetap kita rahasiakan,” ujarnya di hadapan tim dan para wartawan yang turut hadir.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar bertindak sopan dan santun saat di lapangan agar tidak menimbulkan keributan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kabag Ekonomi Daulat Dalimunthe, perwakilan Pertamina Sibolga, agen gas LPG Kota Padangsidimpuan, Satpol PP, Ps. Kanit II Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan BRIPKA Bambang Yuda Sanjaya, anggota Unit II Sat Intelkam, serta para awak media.
Usai apel, tim bergerak ke sejumlah lokasi sesuai jadwal dengan pendampingan awak media:
1. *Pukul 11.20 WIB*: Pemeriksaan di Buffet Merdeka.
2. *Pukul 11.30 WIB*: Sidak ke *SPPG Losung Batu 3 Kodim* untuk memeriksa administrasi penyaluran dan stok LPG 3Kg.
3. *Pukul 11.50 WIB*: Pemeriksaan di *Pangkalan LPG Toko Antonius Sitorus* guna memastikan harga sesuai HET dan tidak ada penimbunan.
4. *Pukul 12.20 WIB*: Sidak ke *SPPG Yayasan Nur Al Usrat Alhabia Padangsidimpuan*. Di lokasi ini tim juga mengambil sampel dan memeriksa data penyaluran.
5. *Pukul 12.45 WIB*: Pemeriksaan di *Karim Bersaudara Gas*.
6. *Pukul 13.30 WIB*: Seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan kondusif.
Kuota LPG 3Kg Padangsidimpuan Jadi Sorotan
Dalam operasi ini, tim juga menyinggung soal kuota LPG 3Kg yang ditetapkan untuk Kota Padangsidimpuan. Berdasarkan data Lampiran Surat Sekda Sumut No. 500.10.7.8/136/2025 tanggal 15 Februari 2025, kuota volume LPG tabung 3Kg untuk Kota Padangsidimpuan tahun 2025 sebesar 7.277 MT.
“Dengan kuota yang sudah ditetapkan, kami ingin memastikan distribusinya tidak bocor ke pihak yang tidak berhak. Pengawasan ini penting agar kuota 7.277 MT benar-benar dinikmati rumah tangga miskin dan usaha mikro di Padangsidimpuan. Kegiatan ini kita lakukan untuk mengantisipasi kelangkaan dan menjaga stabilitas harga LPG 3 Kg di Kota Padangsidimpuan. Kita ingin memastikan subsidi ini benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak, yaitu rumah tangga miskin dan usaha mikro. Pemko bersama Pertamina akan terus melakukan monitoring dan sidak acak ke pangkalan, agen, dan SPPG. Kalau ada yang menjual di atas HET atau menyalurkan ke usaha yang tidak berhak, akan kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Kami juga mengapresiasi kehadiran rekan-rekan media dalam operasi ini. Transparansi penting agar masyarakat tahu proses pengawasan yang kami lakukan di lapangan,” tegasnya.
Daulat menambahkan, pemeriksaan juga dilakukan ke Dapur SPPG yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis untuk memastikan penggunaan LPG subsidi sesuai peruntukan.
Perwakilan Pertamina SBM Sibolga M Fiqri Elfiansyah menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemko untuk menjaga rantai distribusi LPG subsidi.
“Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG 3 Kg bersubsidi. Hari ini kita bersama Pemko dan rekan-rekan media turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok aman, harga sesuai HET, dan tidak ada penyalahgunaan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi dan segera melapor jika menemukan indikasi penimbunan atau penjualan tidak sesuai peruntukan,” kata M Fiqri.
Pihak Pertamina juga memberikan edukasi kepada pengelola SPPG, pangkalan, dan agen agar mencatat data penerima dengan akurat serta menolak penjualan ke usaha menengah ke atas yang seharusnya menggunakan LPG non-subsidi 5,5 Kg atau 12 Kg.
Pemko Padangsidimpuan mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi LPG 3Kg di lapangan. Laporan terkait dugaan penyalahgunaan dapat disampaikan ke Dinas Koperasi dan UMKM, Bagian Perekonomian Setda, atau pihak kepolisian.
“Kita butuh dukungan masyarakat. Subsidi ini uang negara yang harus dinikmati warga miskin. Kalau ada indikasi penyalahgunaan, segera laporkan,” tutup Daulat Dalimunthe.
Kegiatan diakhiri pukul 13.30 WIB dalam keadaan tertib. Pemko Padangsidimpuan menyatakan sidak dan pembinaan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan acak, dengan tetap melibatkan unsur media untuk menjaga keterbukaan informasi publik. (Sabar Sitompul-HT)
