PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Suasana aksi unjuk rasa damai di depan Polres Padangsidimpuan, Jalan Sisingamangaraja, Kamis (4 Juni 2026), berlangsung khidmat dan penuh ketegasan saat Ketua Aliansi Umat Islam Tabagsel, Ganti Tua Siregar, menyampaikan orasi panjang yang menjadi inti aspirasi massa. Di hadapan puluhan peserta aksi dari berbagai elemen masyarakat, ia menekankan pentingnya niat yang lurus, kebersamaan, dan kesungguhan memberantas peredaran narkoba yang dinilai semakin merajalela.

Dalam ajaran agama manapun, narkoba tetap musuh bersama yang merusak akhlak, merenggut masa depan generasi, dan memecah belah persatuan. Pemahaman inilah yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat untuk bergerak bersama, tanpa membedakan latar belakang, demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

Aksi ini dipicu oleh keresahan mendalam warga yang menilai upaya pemberantasan selama ini hanya menyentuh tingkat bawah, sementara para bandar dan jaringan utamanya masih bebas beroperasi. Hal ini diperkuat dengan belum terungkapnya kasus temuan 24 bal ganja dan 2 kilogram ganja di Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Dalam orasinya, Ganti Tua Siregar menegaskan bahwa perjuangan ini tidak lepas dari nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. “MENJUNJUNG TINGGI DALIHAN NATOLU DIBUMI KOTA PADANGSIDIMPUAN” menjadi semangat yang diusung, mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk kembali pada prinsip kebersamaan, kebenaran, dan tanggung jawab bersama yang telah menjadi pegangan hidup leluhur.

“Yang punya rakyat, kita luruskan niat untuk kemaslahatan ini. Karena apa? Perjuangan ini tidak akan berhenti. Apapun hasilnya, itu semua dalam genggaman keputusan Allah. Intinya, merajalelanya seluruh kemaksiatan ini terjadi karena diamnya orang-orang yang baik. Maka keputusan hari ini: bergerak atau membiarkan?.

Oleh karena itu kita mengambil sikap, berlandaskan kearifan lokal kita, dali henna tolu, bersama kawan tua, menjaga generasi kita. Teringat ketika Almarhum Bapak Raja Inal menguatkan kita memegang teguh nilai luhur. Apa yang tidak bisa kita capai jika seluruh masyarakat bersatu? Dulu kita punya semangat ‘sikat, sikat’ memberantas kejahatan bersama. Namun dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir, terjadi pergeseran sikap seolah berusaha itu tidak perlu, padahal ini adalah perjuangan melawan jerat setan.

Semangat dari saudara-saudara kita menjadi pemicu hari ini. Memang kita masih sedikit, tapi besok akan bertambah banyak. Saya tegaskan: siapa saja yang ragu, yang hanya datang untuk popularitas atau sekadar mengamati situasi, luruskanlah niatnya. Kami percaya pada penegak hukum—Kapolres beserta jajarannya kami hormati. Namun kami berharap tidak ada intervensi dari pihak mana pun yang bisa menghambat perjuangan ini.

Kita ketahui bersama, tidak semua aparat buruk. Banyak yang justru menjadi korban. Saya punya sahabat, intel khusus narkoba yang berhasil membongkar jaringan ekstasi terbesar, namun nyaris hancur hidupnya dan keluarganya terpisah karena tekanan. Jadi ini bukan hanya masalah rakyat kita semua bisa menjadi korban. Kita harus bersama-sama melawan, termasuk bandar asing dan pihak yang diduga menerima setoran.

Oleh karena itu, kita lakukan mubahala bersumpah di atas Al-Quran sebagai bentuk kesungguhan. Kita memohon pertolongan Allah. Jika ada yang berbuat salah, biarlah keadilan yang berlaku. Jika ikhlas berjuang, semoga diberkati.

Ya Allah, ya Aziz. Kami dekatkan hati hanya untuk mencari keridaan-Mu. Jika aparat yang hadir jujur menegakkan kebenaran, tinggikanlah karirnya. Namun jika hanya berpura-pura, tunjukkanlah kebenaran. Begitu pula kami rakyat jika perjuangan ini tulus, jauhkanlah dari fitnah. Ampunilah kami, dan berikan keberanian kepada orang-orang baik yang selama ini diam untuk bergerak. Aamiin,” demikian orasinya.

Sebelumnya, sejumlah perwakilan juga menyampaikan aspirasi pelengkap:

– Tokoh agama Zainal Abidin Siregar meminta penjelasan tuntas atas kasus temuan ganja dan penangkapan bandar yang beralamat di Silayang-layang.

– Koordinator aksi Didi Santoso meminta penindakan terhadap oknum kepolisian yang diduga dekat dengan pengedar narkoba.

Menanggapi seluruh aspirasi, Kasat Resnarkoba Polres Padangsidimpuan AKP Juli Purwono hadir mewakili Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna. Ia menegaskan komitmen:

“Seluruh masukan, informasi, dan tuntutan hari ini akan dicatat dan menjadi prioritas utama. Kami akan bertindak tegas tanpa pandang bulu. Terkait dugaan oknum, Seksi Propam akan menindaklanjuti secara objektif. Pemberantasan narkoba butuh kerja sama seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Kasi Propam AKP Bottor Lumbantobing juga menambahkan akan memeriksa setiap laporan yang disertai bukti secara adil.

Aksi berakhir pukul 12.20 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Perhatian masyarakat kini tertuju pada langkah nyata yang akan dijalankan aparat untuk mewujudkan harapan bersama, dengan tetap menjunjung tinggi nilai persatuan, keyakinan, dan kebenaran sebagaimana semangat Dalihan Natolu yang dipegang teguh oleh warga Kota Padangsidimpuan. (Sabar Sitompul-HT)