PADANG LAWAS, hariantabagsel.com– Kalimat ‘Luruskan Niat Teruslah Bermanfaat’ sering terdengar dan diucapkan di masa pemerintahan Kabupaten Padang Lawas saat ini. Ternyata bukan hanya sekadar ungkapan saja, dan malah lebih ke motto yang ditanamkan pada prinsip hidup sehari-hari.

Kata-kata itu justru jadi tameng dalam bergaul, melangkah mengambil sikap. Yang kemudian disandingkan dengan gaya kepemimpinan.

Kepada Harian Tabagsel, Selasa (7/7) sore saat berbincang-bincang ringan dengan Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE di ruangannya, sekilas menceritakan kalimat yang diungkapkan di awal dan akhir setiap sambutan tersebut. Terpatri saat bergabung dalam wadah pengusaha Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Hingga kini ditulis permanen dalam ruangan, sebagai motivasi yang memancar pada setiap orang yang membaca.

“Sedikit miring saja ceritanya, baca itu,” kata Bupati dengan singkatan nama PMA ini.

Bertepatan dengan Bulan Juli, sebagai bulan yang senantiasa diperingati setiap tahun, merupakan hari jadi Kabupaten Padang Lawas. Tahun ini telah berusia 19 tahun. Tepatnya 17 Juli.

Menyambut itu, Bupati mengundang para insan pers, guna bertatap muka dan diskusi seputar peranan pers, Rabu (15/7) malam. Terlebih jelang hari jadi Padang Lawas ini. Dan dimasukkan sebagai salah satu rangkaian menyambut hari jadi.

Rambu-rambu bekerja, terutama dalam mengambil kebijakan pelaksanaan program, PMA sangat menerima kritikan dari masyarakat dan insan pers. Dengan catatan kritikan yang dituju merupakan kritikan membangun.

“Karena memang kritikan jadi rambu-rambu kita dalam setiap mengambil kebijakan. Lebih dari itu, kepada insan pers kami harapkan dapat menyajikan informasi yang akurat. Apalagi program Indonesia emas 2045, agar memberikan kabar, informasi yang membangun, khususnya bagi generasi muda,” sebut Bupati.

Ada yang berbeda memang perayaan hari jadi 2026 ini. Dua tahun terakhir masyarakat Padang Lawas disuguhkan dengan kemeriahan Palas Expo. Tahun ini ditiadakan dengan pertimbangan anggaran yang difokuskan pada pembangunan fisik.

Hanya saja rangkaian rutin tetap dilaksanakan. Mulai dari rapat paripurna di DPRD, Kamis (16/7), dilanjutkan dengan doa bersama/istighosah usai Solat Magrib di Masjid Agung Al Munawwaroh.

Dan Jumat, (17/7) pelaksanaan Upacara di halaman Kantor Bupati, dilanjutkan penyerahan santunan serta pemberian cendramata kepada para tokoh pemekaran. Dan malamnya, masyarakat Padang Lawas disajikan hiburan rakyat di Lapangan Merdeka Sibuhuan. (Parningotan Aritonang-HT)