PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– SD Negeri 200217 Bakaran Batu, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Senin (13/7/2026) kembali menjadi korban aksi pencurian. Ironisnya, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi.

Sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan siswa itu dilaporkan telah berulang kali dibobol maling hingga menyebabkan berbagai fasilitas pendidikan raib dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak sekolah, barang-barang yang menjadi sasaran pencurian bukan hanya peralatan elektronik, tetapi juga sarana pendidikan yang digunakan setiap hari dalam proses belajar mengajar. Di antaranya pengeras suara, kipas angin, pompa air, dispenser, bel sekolah, mesin WiFi, serta ribuan buku perpustakaan dan buku pelajaran milik sekolah.

Kepala SD Negeri 200217 Bakaran Batu, Dermi Hafni Harahap, mengungkapkan bahwa aksi pencurian tersebut telah berlangsung berulang kali dan sangat mengganggu aktivitas sekolah.

“Barang yang hilang cukup banyak. Mulai dari pengeras suara, kipas angin, pompa air, dispenser, bel sekolah, mesin WiFi hingga buku-buku pelajaran dan buku perpustakaan. Bahkan ruang kepala sekolah juga pernah dibongkar,” ungkapnya.

Menurut Dermi, yang paling memprihatinkan adalah hilangnya ribuan buku perpustakaan dan buku pelajaran yang selama ini menjadi sumber belajar bagi para siswa. Kehilangan buku dalam jumlah besar tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.

Perpustakaan yang seharusnya menjadi pusat literasi bagi siswa kini kehilangan sebagian koleksi bukunya. Sementara buku pelajaran yang dicuri mengakibatkan keterbatasan bahan ajar yang dapat digunakan guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, hilangnya mesin WiFi turut menghambat berbagai kegiatan administrasi sekolah dan kebutuhan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet. Pompa air yang dicuri juga mengganggu kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah, sedangkan hilangnya bel sekolah dan warles berdampak pada aktivitas operasional sehari-hari.

Tidak hanya mengambil barang-barang milik sekolah, pelaku juga diduga merusak sejumlah fasilitas bangunan. Beberapa pintu dan jendela dilaporkan mengalami kerusakan akibat dibongkar untuk memudahkan pelaku masuk ke dalam ruangan sekolah.

Bahkan ruang kepala sekolah tidak luput dari sasaran pelaku. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran pihak sekolah karena menunjukkan bahwa pelaku berani masuk hingga ke ruangan penting yang menyimpan berbagai dokumen dan perlengkapan sekolah.

Lebih lanjut, Dermi Hafni Harahap menjelaskan bahwa kasus pencurian tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Padangsidimpuan pada Februari 2026. Namun hingga kini sekolah masih kembali menjadi sasaran pencurian yang menimbulkan keresahan di kalangan guru, siswa, dan masyarakat sekitar.

Mendengar kembali terjadinya pencurian di sekolah tersebut, Lurah Sitamiang Baru Irwansyah Efendi Harahap, AMK, bersama Kepala Lingkungan IV Bakaran Batu M. Sahrul, Kepala Sekolah Dermi Hafni Harahap, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta sejumlah tokoh masyarakat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, mereka meninjau berbagai bagian bangunan yang mengalami kerusakan dan mendengarkan langsung penjelasan dari pihak sekolah mengenai barang-barang yang hilang akibat aksi pencurian.

Lurah Sitamiang Baru menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang terus berulang tersebut. Menurutnya, tindakan pelaku sangat merugikan dunia pendidikan karena yang menjadi sasaran adalah fasilitas yang digunakan untuk kepentingan para siswa.

“Ini sangat memprihatinkan. Yang dicuri bukan hanya barang inventaris sekolah, tetapi juga sarana pendidikan yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Dampaknya tentu dirasakan langsung oleh siswa dan guru,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Lingkungan IV Bakaran Batu, M. Sahrul, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan bersama-sama menjaga fasilitas umum yang ada di wilayah tersebut.

Ia berharap masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Masyarakat sekitar juga mengecam aksi pelaku yang menjadikan sekolah sebagai sasaran pencurian. Warga menilai tindakan tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menghambat proses pendidikan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.

Hingga saat ini, pihak sekolah masih berupaya memperbaiki berbagai kerusakan yang ditimbulkan serta mengganti fasilitas yang hilang agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. Namun mereka berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan mengambil langkah tegas agar aksi pencurian yang berulang kali terjadi tersebut tidak kembali merugikan dunia pendidikan. (Sabar Sitompul-HT)