PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com– Suasana penuh konsentrasi dan semangat olahraga menyelimuti Turnamen Catur Lopo Simpang Ikip 2 Kota Padangsidimpuan. Ajang yang digagas oleh Percasi Kota Padangsidimpuan resmi dibuka pada Jumat (30/10/2026) dan akan berlangsung hingga 1 November 2026.
Pembukaan turnamen dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, S.H., S.I.K., M.H., sebagai simbol dimulainya pertandingan, Kapolres bersama Ketua Percasi Kota Padangsidimpuan Drs. Tongku Bosar Pane, MM, melakukan pertandingan catur simbolis yang menandakan dimulainya perang strategi di atas papan catur.
Ketua Percasi Kota Padangsidimpuan Drs. Tongku Bosar Pane, MM, turut mendampingi seluruh rangkaian acara. Pemerintah Kota Padangsidimpuan diwakili Zulkifli Lubis juga menyampaikan sambutan, memberikan dukungan penuh terhadap ajang yang menjadi wadah pengembangan bakat pecatur lokal.
Acara pembukaan semakin khidmat dengan kehadiran H. Martua Raja Harahap, Kabid Pemuda Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Padangsidimpuan, serta doa oleh Ustadz H. Ali Siregar agar seluruh rangkaian turnamen berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Sebanyak 76 peserta telah siap bertanding, terbagi atas 44 peserta kategori umum dan 32 peserta pelajar. Ketua Panitia Hamdan Syukri Siregar serta Wakil Ketua Panitia I, Solahuddin Pulungan berharap turnamen Lopo Simpang Ikip 2 bukan sekadar seremonial belaka.
“Kami ingin ini menjadi momentum nyata untuk menggali, membina, serta mengembangkan bakat‑bakat pecatur muda di Kota Padangsidimpuan,” ujar Solahuddin.
Kehadiran Forkopimda, unsur pemerintah kota, tokoh agama, serta antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga catur bukan hanya permainan pikiran, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, membangun disiplin, dan mencetak generasi yang cerdas strategis.
Selama tiga hari ke depan, para pecatur akan saling menguji taktik, kesabaran, dan ketajaman berpikir. Harapan besar tertuju pada lahirnya bibit‑bibit unggul yang akan membawa nama harum Kota Padangsidimpuan di tingkat yang lebih tinggi. (Saipul Bahri Siregar-HT)












