PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com– Dalam sesi tanya jawab dengan media usai mendaftarkan diri sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota ke KPU, Pasangan Calon Hapendi Harahap-Gempar Nasution, Kamis (29/8) menyatakan bahwa yang dibutuhkan Kota Padangsidimpuan saat ini adalah Hapendi-Gempar.
Adapun pertanyaan yang dilontarkan Parlin Pohan dari media Harian Tabagsel adalah, apa yang dibutuhkan Kota Padangsidimpuan saat ini.
Jawaban dari Hapendi didampingi calon wakilnya Gempar disaksikan sejumlah Ketua Partai Pengusung diantaranya, Ketua PDIP, Taty Ariyani Tambunan, Ketua Hanura, Marataman Siregar, Ketua Nasdem, Robby Agusman Harahap, Ketua PAN, Erwin Nasution, Ketua Demokrat, Abdul Rahman Harahap dan Ketua Perindo, Arif Lubis dan Misbahuddin (belum diketahui dalam kapasitas sebagai apa Ketua PC NU Psp ini) dihadapan media.
“Yang dibutuhkan Kota Padangsidimpuan saat ini adalah Hapendi-GemparHapendi-Gempar menjadi Walikota. Program-programnya nanti akan kami sampaikan. Yang pasti kedatangan kami adalah dengan hati yang baik dan niat yang tulus untuk membangun Kota Padangsidimpuan yang lebih bagus,” ucapnya dengan penuh percaya diri.
Selanjutnya Zia Ul Haq dari media lensakini menanyakan apa yang dilakukan Hapendi-Gempar nantinya jika menjabat terkait dengan banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Kota Padangsidimpuan saat ini.
“Apa yang saudara lakukan nantinya mengingat sudah ada 8 orang dijadikan tersangka kasus korupsi di Kota Padangsidimpuan,” tanya Zia.
Hapendi menjawab dengan berjanji tidak akan ada kasus-kasus seperti itu.
“Kami tidak akan melihat kebelakang. Tapi saya berjanji Insya Allah jika saya diberikan amanah tidak akan ada kasus-kasus seperti itu. Caranya saya harus jujur,” janjinya.
Sementara itu wartawan senior, Manaon Lubis dari Sumteng Pos menanyakan bagaimana komitmen Hapendi-Gempar jika nanti terpilih sebagai orang nomor 1 di Kota Padangsidimpuan terkait tranparansi anggaran.
“Apakah nanti lebih banyakbanyak belanja publik atau belanja operasional,” tanya Manaon.
Hapendi menjawab bahwa itu adalah pertanyaan berat maka dirinya akan mempelajarinya lebih dulu.
“Nanti kita pelajari dulu. Pertanyaannya berat ini. Berat pertanyaan nya itu,” ucapnya berulang.
Masih banyak yang mau ditanyakan oleh media namun Ketua PDIP, Taty Ariyani Tambunan menyela dan menghentikan sesi tanya jawab dengan wartawan.
Uniknya pada saat ketiga pertanyaan itu dilontarkan terlihat sangat nyata bahasa tubuh dan wajah para Ketua Partai Pengusung menunjukkan ketidaknyamanan atas pertanyaan tersebut.
Pasangan Hapendi-Gempar ini diarak keliling kota menggunakan Sadu (kendaraan tradisional yang ditarik kuda) oleh seluruh kader partai pengusung dan juga Ormas GRIB yang merupakan ormas loyalis utama dan pendukung garis keras Prabowo-Gibran pada pilpres lalu dengan Gerindra dan gabungan sejumlah Parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). (PAP)
