PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com- Sudah jadi hal yang umum bahwa calon kepala daerah yang meminta partai mengusung dirinya di pemilihan kepala daerah seharusnya menggunakan sumber daya partai untuk bergerak memuluskan kemenangan calon tersebut.
Namun hal yang berkebalikan diduga terjadi di Pilkada Kota Padangsidimpuan. Dimana sejumlah pengurus mulai PAC, Ranting, Anak Ranting hingga sayap Partai Gerindra diduga karena kesal diabaikan dan tidak diberdayakan pasangan Letnan Dalimunthe-Harry Pahlevi memilih memberontak.
Aksi ini ditunjukkan ratusan pengurus Partai yang didirikan Presiden Indonesia terpilih, Prabowo Subianto ini diduga mengalihkan dukungan ke pasangan Hapendi-Gempar melalui wadah Relawan Pejuang Hapendi Menggemparkan yang baru saja di deklarasikan pada Kamis (26/9) di Wisma Kurnia, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Deklarasi ini bahkan langsung di hadiri pasangan Hapendi-Gempar. Menggunakan baju identik putih-putih yang menjadi ciri khas Presiden terpilih Prabowo Subianto, ratusan orang ini diambil sumpahnya dan menyatakan dukungan ke pasangan Hapendi-Gempar.
Meski ratusan orang ini menyatakan mendukung Hapendi-Gempar, namun mereka tidak mengatasnamakan Partai Gerindra.
Dari foto dan video yang sudah tersebar dapat dipastikan bahwa sejumlah orang ini adalah kader-kader Gerindra Kota Padangsidimpuan.
Meski begitu mereka tidak memberikan pernyataan resmi apapun. Meskipun dari hasil pengumpulan informasi bahwa mereka kecewa karena sama sekali tidak dianggap dan tidak diberdayakan sama sekali oleh Paslon Letnan-Levi.
Calon Walikota Letnan Dalimunthe ketika di konfirmasi mengatakan tidak mengetahui mengenai info tersebut.
Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan, Rusydi Nasution menyesalkan kehadiran beberapa kader di acara tersebut.
“Saya menyesalkan kehadiran beberapa kader di acara dimaksud. Kita sudah jelas Dan tegas mengusung cakada Letnan Pahlevi, tak ada yang lain. Tidak ada perintah bahkan sepengetahuan kami akan aksi mereka. Mereka yang mengambil jalan seperti itu, keluar kepytusan partai adalah inisiatif sendiri, dan saya sampaikan dengan keras jangan mengatasnamakan Partai Gerindra. Saya menginstruskikan agar para kader-kader sejati taat pada keputusan partai mendukung dan memenangkan Letnan-Pahlevi,” ujarnya.
Sementara itu Sekjen DPC Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan, Ashari Harahap mengatakan bahwa dari hasil klarifikasi yang dilakukan bahwa dari pengakuan Bahri Harahap, Koordinator Relawan, menyatakan bahwa aksi ini tidak sepengetahuan Ketua dan Sekjen DPC.
“Dan kami bukan membawa nama Gerindra, namun relawan pejuang. Kami kecewa dan tidak diberdayakan oleh Letnan. Kami Ini diabaikan terus, sementara dilapangan ada gerakan tapi membawa logo partai kami. Kami Ini cinta Gerindra, berontak karena partai besar koq malah dikerdilkan. Kami cinta Prabowo, Gerindra buktinya kami mendukung Bobby-Surya sebagai calon yang diusung partai Gerindra,” ucap Ashari menirukan jawaban Bahri.
Tidak adanya sinkronisasi antara Paslon dan partai yang mengusung, khususnya Partai Gerindra semakin memanaskan isu yang sebelumnya jauh hari sudah tersebar luas.
Dikutip dari sumber-sumber internal Partai Gerindra dan juga dari Paslon Letnan-Levi bahwa akan ada pembegalan posisi pimpinan Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan.
Narasi yang berkembang adalah Letnan Dalimunthe akan membegal paksa posisi Rusydi Nasution dari posisi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan.
Tidak hanya posisi Ketua saja yang akan diganti jika terjadi pembegalan oleh Letnan, tapi semua struktur pengurus akan di rombak total.
Patut ditunggu bagaimana drama Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan ini nantinya dengan calon yang mereka usung Paslon Letnan-Levi. (PAP)
