PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com- Generasi muda yang tergabung dalam Relawan Pejuang Hapendi MengGemparkan, Projo Muda Indonesia Kota Padangsidimpuan dan Barisan Muda Berdaya Hapendi MengGemparkan bertekad berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota nomor 3, Dr. Hapendi Harahap, SH, SpN, MH-Gempar Nauli Hamonangan Nasution, SSos, MSP.

Tekad ini mereka sampaikan pada acara gabungan ketiga tim ini pada acara pemantapan pemenangan tim relawan di Posko relawan di Jalan Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kamis (17/10) bersama Paslon nomor 3, Hapendi-Gempar.

Bahri sebagai Ketua Relawan Pejuang Hapendi MengGemparkan mewakili tim relawan lainnya mengatakan mereka siap memenangkan Paslon nomor 3, Hapendi-Gempar.

Ratusan tim gabungan relawan ini akan menjadi garda terdepan dalam menarik simpati dan pemilih untuk nantinya memilih Paslon Nomor 3, Hapendi-Gempar pada tanggal 27 November.

Sementara Calon Walikota Hapendi Harahap dihadapan ratusan gabungan tim relawan menyatakan salah satu tujuan mereka jika nanti terpilih sebagai Pemimpin Kota Padangsidimpuan adalah perbaikan Infrastruktur di seluruh sudut Kota Padangsidimpuan.

Agar kata Ketua Umum IPPAT Indonesia ini infrastruktur ini bisa dinikmati seluruh warga Kota Padangsidimpuan tanpa ada yang dibeda-bedakan.

“Semua jalan dan infrastruktur yang rusak akan kita perbaiki sehingga semua bisa menikmatinya karena itu hak warga Kota Padangsidimpuan,” tegasnya.

Selanjutnya kata Ketua Ikatan Alumni SMAN 3 Kota Padangsidimpuan ini prioritas lainnya adalah dibidang pertanian. Yakni mengatasi kelangkaan pupuk dengan cara menambah quotanya.

Dan juga menata dan mengawasi tidak terjadi kelangkaan dan juga menekan agar harga tidak mahal atau melebih Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai peraturan.

Untuk pendidikan ditegaskannya semua anak di Kota Padangsidimpuan berhak mendapatkan pendidikan.

Sehingga bagi anak yang tidak mampu akan ditopang melalui APBD agar tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

“Kita ketahui bersama Pemko Padangsidimpuan ini anggaran nya terlalu minim ditambah minimnya PAD juga target yang terealisasi masih rendah. Jadi kinerja Pemda masih sangat kurang baik dalam menggali sumber PAD. Hal inilah yang ingin kami perbaiki agar PAD semakin meningkat sehingga dapat dipergunakan untuk pembangunan Kota Padangsidimpuan dan dirasakan seluruh rakyat,” jelasnya.

Kemudian membuat program sertifikasi tanah yang juga di topang oleh APBD sehingga masyarakat bisa atau memiliki akses ke dunia perbankan sehingga bisa menghidupkan ekonomi masyarakat.

“Bisa buat modal jualan, modal untuk pertanian dan perkebunan. Artinya perbankan bisa mengucurkan dana karena percaya ada agunannya yaitu sertifikat baik rumah tanah, bangunan dan lainnya,” ucapnya.

Dikatakannya program ini sedang viral dan jadi perbincangan, pasalnya banyak yang mencemooh bahwa itu adalah program pemerintah pusat melalui Kementerian ATR.

Padahal maksud Hapendi adalah agar program PTSL dari Kementerian ATR untuk Kota Padangsidimpuan tidak lagi berdasarkan quota tetapi menyeluruh dan gratis dengan pembiayaan pengurusannya melalui APBD.

Selanjutnya Hapendi juga akan meningkatkan SDM tenaga kesehatan dan memperbaharui serta mempercanggih Alat Kesehatan di RSUD Kota Padangsidimpuan.

Sehingga kejadian yang dialami Yumna bocah penderita jantung terbalik bisa setidak-tidaknya didiagnosa di RSUD Kota Padangsidimpuan sehingga bisa mendapatkan rujukan dari rumah sakit pemerintah ini.

“Karena alatnya tidak ada jadi rujukannya dari RS di Medan. Jadi nanti selain SDM nya kita tingkatkan pelayanannya juga Alkesnya kita per canggih lagi,” tegasnya.

Kemudian yang paling penting adalah sudah tersiar kabar yang sangat santer baik di medsos dan media massa bahwa ada istilah yang dipakai di Kota Padangsidimpuan ini yakni Durlam yang sungguh memberikan keprihatinan yang mendalam bahkan sudah santer sampai di Jakarta dan pemerintahan atasan.

Yakni dari sejumlah berita dan informasi di media massa bahwa ada pemotongan dana ADD sebesar 18%.

“Jika ADD satu desa 1 milliar berarti ada sekitar 180 juta yang dipotong dikali 42 desa itu sekitar 7,2 milliar. Jika uang 7,2 milliar digunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang berlobang pasti sudah bagus,” kata Hapendi.

Hal itulah nantinya yang bakal mereka perbaiki. Dimana tidak ada lagi pemotongan dana ADD agar nantinya disampaikan kepada Kepala Desa sesuai amanah konstitusi ADD dipergunakan sebenar-benarnya untuk pembangunan di desa tersebut untuk dimanfaatkan warga desa.

“Inilah salah satu cita-cita yang ingin kami laksanakan sehingga pembangunan tersebut sampai dan dirasakan di desa-desa,” tegasnya.

Seterusnya dirinya juga menegaskan tidak ada pungutan liar, pelayanan yang cepat, mempermudah masyarakat dalam setiap hal pengurusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat di pemerintahan.

“Kita sama-sama sepakat bahwa tidak akan melanjutkan mandurlam. Maka dari itu mari untuk percepatan pembangunan di Kota Padangsidimpuan menjadi semakin dan lebih baik lagi. Mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan itu dengan memilih Paslon Nomor 3, Hapendi-Gempar pada tanggal 27 November nanti,” ajak Harahap murah senyum ini.

Sementara itu Gempar Nasution pada kesempatan itu menceritakan tentang dirinya yang merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara anak dari mantan Walikota Padangsidimpuan pertama, Zulkarnaen Nasution atau lebih populer dulu dikenal dengan panggilan Kajol.

Istrinya adalah putri mantan Bupati Padang Lawas Utara, Bachrum Harahap dan juga istrinya adalah kakak dari mantan Bupati Padang Lawas Utara juga mantan Walikota Padangsidimpuan yang saat ini menjadi Anggota DPR-RI, Andar Amin Harahap.

Dikatakannya dirinya sudah mengabdi kepada negara sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama lebih dari 20 tahun. Dengan modal ini dirinya ingin lebih luas lagi memberikan kontribusi membangun Kota Padangsidimpuan dan memberikan manfaat untuk masyarakat dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota berpasangan dengan Hapendi Harahap sebagai Walikota.

Keyakinannya untuk maju bahkan mengorbankan statusnya sebagai ASN dengan jenjang karir yang sangat terbuka ditambah usia yang masih sangat muda adalah karena dirinya menilai sosok Hapendi Harahap adalah sosok yang saat ini sangat dibutuhkan Kota Padangsidimpuan untuk mempercepat pembangunan di Kota Padangsidimpuan menjadi semakin baik di masa depan.

“Beliau punya pengalaman luas, sosok yang berhasil di Jakarta. Punya koneksi dan jaringan di pemerintahan pusat seperti kementerian, BUMN bahkan punya jaringan dengan dunia usaha atau investor dari luar negeri. Makanya saya yakin kolaborasi kami ini bisa membangun Kota Padangsidimpuan menjadi semakin baik,” katanya.

Dikatakannya bahwa pemekaran Kota Padangsidimpuan tidak akan terjadi tanpa adanya keinginan masyarakat yang mana tujuan dari pemekaran itu adalah percepatan pembangunan Kota Padangsidimpuan.

“Jadi pertama-tama mari kita berjuang dulu untuk mewujudkan cita-cita kita ini yang nantinya akan berpengaruh bagi kita di saat sekarang dan buat generasi kita di masa depan. Baik di bidang pendidikan, pembangunan, kesehatan maupun bidang ekonomi. Jadi kita semua harus solid untuk mewujudkan ini,” ucapnya.

Dirinya mengajak semua tim relawan untuk menjadi corong kepada masyarakat untuk mempengaruhi dengan menjelaskan visi misi yang di bawa oleh Paslon nomor 3.

“Jadi setuju kalau kita seiya sekata selangkah seirama salumpat saindege untuk Padangsidimpuan lebih baik,” tanya Gempar yang dijawab teriakan setuju dari ratusan tim relawan yang hadir.

Turut mendampingi acara pemantapan pemenangan gabungan tim relawan ini, Ketua Tim pemenangan, Indar Sakti Tanjung, Ketua DPD PAN, Erwin Nasution, Ketua DPC Partai Demokrat juga Ketua Tim Kampanye, Abdul Rahman Harahap, Sekretaris Tim Pemenangan, Sarifah Hanum Lubis, pengurus inti Parpol pengusung dari PDIP, Partai Demokrat, PAN, Perindo, Nasdem dan Hanura. (PAP)