PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com– Penahan dinding Jembatan Sihitang yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan longsor dan membahayakan pengguna jalan. Longsor tersebut terjadi Sabtu (12/10/2024), sekitar pukul 12.30 WIB lalu.
Para pengendara dan warga sekitar mengkhawatirkan keselamatan, terutama karena curah hujan yang tinggi diperkirakan akan terus berlanjut.
Sementara salah satu warga Ahmad Elias Nasution yang ditemui di lokasi mengungkapkan kekhawatirannya.
“Jika tidak ditangani dengan cepat bisa melebar dan jembatan bisa runtuh total ditambah sungai bisa meluap kapan saja bisa mengancam keselamatan para pengendara yang melintas juga membahayakan rumah warga yang berada di sekitar lokasi,” ungkapnya Kepada Harian Tabagsel, Senin (29/10/2024) siang.
Banyak pengendara khawatir melintas mengingat jalan ini adalah satu-satunya akses penghubung di wilayah Tabagsel. Jika jembatan runtuh dampaknya bisa lebih parah lagi.
Para pengguna jalan harus antre agar bisa melintasi di Jalan Nasional tersebut karena ada retakan disisi bagian badan jalan dan sudah di pasang garis Polisi.
Pria berusia 58 tahun ini berharap pemerintah kota Padangsidimpuan dan Provinsi Sumatera Utara segera mengambil langkah cepat untuk memperbaikinya.
“Jangan di lama-lamakan. Setelah ada korban baru semua nanti sibuk saling menyalahkan,” cetusnya.
Sejak longsor dua minggu yang lalu sampai saat ini katanya, tidak ada tanda-tanda kerusakan itu mau di perbaiki.
Untuk menghindari kemacetan di lokasi Jembatan Sihitang itu, sejumlah pemuda setempat secara suka rela bergantian melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup terutama pagi dan malam hari.
Hingga berita ini di reales belum ada keterangan resmi dari pihak Bina Marga atau Dinas Pekerjaan Umum Kota Padangsidimpuan mengenai rencana penanganan longsor ini.
Warga dan pengendara berharap tindakan cepat dapat diambil demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Sebelumnya Pj Walikota Padangsidimpuan, H Timur Tumanggor, menjelaskan bahwa, pihaknya sudah mengetahui kejadian tersebut. Ia menambahkan, sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padangsidimpuan.
Melalui Dinas PU Kota Padangsidimpuan, menurut Timur, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Balai Jalan Nasional.
“Sudah diinfokan oleh Kadis (Kepala Dinas) PU Kota Padangsidimpuan (Ahmad Juni) kepada PPK Jalan Balai Nasional,” sebutnya.
Diberitakan Jembatan Sihitang yang terletak di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara terancam putus akibat longsor yang terjadi setelah hujan deras beberapa hari terakhir.
Aliran sungai yang meluap telah menggerus dinding penahan abutmen jembatan, menyebabkan longsoran di sisi barat laut jembatan, Sabtu (12/10/2024) sekitar pukul 12.30 WIB.
Longsoran yang mencapai lebar kurang lebih 7 meter meter ini membuat badan jalan nasional lintas sumatera semakin menyempit. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan warga sekitar, yang takut jika hujan terus berlanjut, longsoran akan meluas dan berpotensi merobek badan jalan.
“Jika tidak segera ditangani, longsoran ini bisa melebar dan mengancam keselamatan jembatan,” ungkap Dianto, seorang warga yang tinggal di dekat lokasi.
Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh pengendara yang melintasi jembatan tersebut. Mereka mendesak agar Dinas terkait segera mengambil langkah perbaikan sebelum kondisi semakin memburuk. (SMS)
