PADANGSIDIMPUAN, HARIAN TABAGSEL.com- Usai aksi bentangkan spanduk bertuliskan copot Kadispora saat berlangsungnya upacara peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2024 kemarin di Stadion H.M Nurdin, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, kali ini puluhan pemuda Kota Padangsidimpuan melakukan aksi yang sama di depan Kantor Walikota Padangsidimpuan, Jum’at (1/11) siang.

Dengan membawa spanduk bertuliskan copot Kadispora, puluhan pemuda yang mengatasnamakan PC. Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Padangsidimpuan ini dalam orasinya menyampaikan tuntutannya supaya Pj. Walikota Padangsidimpuan, Timur Tumanggor segera menonaktifkan Kadispora yang dinilai tidak kompeten dalam memberdayakan pemuda dan mengakomodasi aspirasi mereka.

“Kami percaya kepemimpinan yang baik harus mencerminkan kepedulian terhadap masyarakat yang dipimpinnya,” teriak para pemuda.

Selanjutnya, mereka mendesak pemerintah daerah untuk secara aktif melibatkan pemuda dalam setiap program dan kegiatan. Keterlibatan ini harus dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, agar pemuda dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan.

“Kehadiran kami disini untuk mendengarkan langsung dari Pj. Walikota Padangsidimpuan, Timur Tumanggor supaya Kadispora Ali Hotman Hasibuan segera dicopot, karena Pj. Walikota itu mempunyai hak dan kewenangan untuk mengevaluasi dan mencopot oknum Kadispora tersebut,” ucap Ketua PC. SEMMI Kota Padangsidimpuan, Hasmar Siregar.

Pemuda juga kecewa atas pernyataan Kadis Komimfo Kota Padangsidimpuan Nurcahyo B. Susetyo yang mengatakan bahwa mereka para pemuda tidak mempunyai etika di beberapa media atas aksi bentangkan spanduk bertuliskan copot Kadispora pada saat pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Sumpah Pemuda kemarin.

“Kita kecewa sama Kadis Komimfo Kota Padangsidimpuan, Nurcahyo B. Susetyo yang mengatakan bahwa aksi bentangkan spanduk bertuliskan copot Kadispora saat pelaksanaan Peringatan HUT Sumpah Pemuda kemarin tidak beretika di beberapa media,” papar Hasmar Siregar.

Dalam pengawalan dari pihak Kepolisian dan Satpol PP Kota Padangsidimpuan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PC. SEMMI ini juga mengutarakan dan membacakan pernyataan sikap Aliansi BEM se – Kota Padangsidimpuan supaya Pj. Walikota Padangsidimpuan, Timur Tumanggor segera memanggil Kadispora Kota Padangsidimpuan untuk mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil terkait tidak diundangnya OKP dan Pemuda Mahasiswa (BEM) Kota Padangsidimpuan pada Peringatan Sumpah Pemuda.

“Karena sepengetahuan kami, tahun-tahun sebelumnya, OKP, Pemuda Mahasiswa (BEM) selalu diikutsertakan dalam Peringatan Sumpah Pemuda. Maka dari itu kami dari barisan Aliansi BEM se-Kota Padangsidimpuan menyatakan sikap panggil dan periksa Kadispora Kota Padangsidimpuan Ali Hotman Hasibuan,” kata pemuda.

Selanjutnya, pemuda meminta Pj. Walikota Padangsidimpuan untuk membenahi dan memperhatikan infrastruktur, aarana dan prasarana di Kota Padangsidimpuan, zeperti:

1. Bangunan GOR Simarsayang yang tidak tahu dan bagaimana proyek itu akan terealisasi yang sampai sekarang masih mangkrak dan beberapa titik jalan di Kota Padangsidimpuan ini masih dalam keadaan rusak yang bisa saja nantinya menimbulkan korban jiwa bagi pengguna jalan.

Begitu juga dengan keadaan Stadion H.M Nurdin yang merupakan Stadion kebanggaan Kota Padangsidimpuan yang saat ini lapangan stadion sudah banyak mengalami kerusakan.

Sama halnya dengan sarana dan prasarana lainnya seperti toilet yang keadaan airnya kosong, sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Aksi mahasiswa PC. SEMMI ini akhirnya ditanggapi Pj. Walikota yang saat itu diwakili Asisten I Iswan Nagabe Lubis yang mengatakan, aspirasi para pemuda dan PC. SEMMI ini akan disampaikan kepada pimpinan.

“Terkait dengan pencopotan terhadap oknum Kadis yang dimaksud tentunya harus melalui proses dan peraturan yang berlaku,” sbut Iswan Nagabe Lubis dihadapan pemuda. (REN)