PADANG LAWAS, HARIAN TABAGSEL.com- Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Ruhul Islam Sialambue Kecamatan Barumun kembali membuka pelatihan bagi masyarakat Kabupaten Padang Lawas, Senin (18/11).

Pelatihan kali ini merupakan angkatan Kelima sejak dibuka 2023 lalu, dengan peserta 16 orang dari berbagai kecamatan.

Hadir di pembukaan pelatihan berbasis kompetensi menjahit pakaian dasar pria dan wanita ini Kasi Pendidikan Keagamaan Islam Kemenag Padang Lawas, Saut Martua Lubis SAg, Kabid Pelatihan Tenaga Kerja Idrisman Mendefa. Hadir juga Ketua BSPPL Padang Lawas, H Fauzan Hamidi Hasibuan SPd MSi.

Pimpinan Pondok Pesantren Ruhul Islam yang menaungi BLKK, Misbah Fuadi Hasibuan SPd menyebutkan semangat 16 peserta angkatan Kelima ini cukup tinggi.

Peserta dari Kecamatan Huristak bahkan sengaja menyewa kontrakan untuk tempat tinggal selama pelatihan 26 hari kedepan.

“Semoga 16 peserta ini dapat melaksanakan pelatihan ini dengan baik. Dan dapat mengimplementasikannya,” kata Misbah.

Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Kabupaten Padang Lawas (BSPPL), H Fauzan Hamidi Hasibuan mengharapkan peningkatan BLK di Padang Lawas dapat lebih ditingkatkan. Sehingga banyak manfaat terhadap kemandirian masyarakat.

“Karena dari tidak tahu jadi tahu, dari tidak bisa jadi bisa menjahit. Untuk itu tetaplah semangat untuk maju, sebagai motivasi pada diri sendiri,” ujar Ketua BSPPL.

Ada 16 BLK di Kabupaten Padang Lawas. BLKK Ruhul Islam merupakan terbaik dan proaktif melaksanakan program peningkatan tenaga kerja.

Tidak saja masyarakat dari Kecamatan Barumun, hampir setiap Kecamatan bisa dilatih di BLKK ini.

“Semua rangkaian pelatihan, turut diawasi Dinas Tenaga Kerja. Berdasarkan prosedur yang dilaksanakan bahkan BLKK Ruhul Islam ini masuk kategori terbaik dari 16 BLKK di Padang Lawas. Beruntunglah kalian dapat pelatihan di BLKK ini,” sebut Idrisman.

Menuntut ilmu (pelatihan) turut disandingkan dengan Sunnah Rasulullah SAW. Yakni menuntut ilmu dari buaian sampai ke liang lahat.

Tentunya Pelatihan ini juga bagian dari menuntut ilmu. Kesempatan pelatihan kali ini cukup luar biasa dengan adanya Satu peserta laki-laki, karena biasanya kursus menjahit didominasi kaum perempuan.

“Ini adalah bentuk kesempatan bagi adik-adik peserta sekalian. Tetap istiqomah seiring nanti mengikuti perkembangan digitalisasi. Teruslah belajar, semoga nanti menjadi design design handal,” sambut Saut Martua Lubis mewakili Kakan Kemenag, H Kasman SAg membuka pelatihan tersebut. (tan)