TAPANULI SELATAN, hariantabagsel.com- Respon cepat dilakukan oleh jajaran Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam menindaklanjuti laporan kecelakaan kerja yang menewaskan Hendi Rikson Munthe (34), seorang petani asal Kelurahan Panabari Huta Tonga, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapsel.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa, 29 April 2025, sekitar pukul 16.30 WIB lalu, saat korban sedang bekerja sebagai helper excavator dalam proyek pembukaan jalan di wilayah Sipartuntungan, Panabari Huta Tonga.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yasir Ahmadi, SIK, MH, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan segera memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat.

Tim gabungan yang dipimpin Ipda Ansor Harahap (Kanit Reskrim Polsek Batang Angkola) bersama personel dari Satreskrim Polres Tapsel, Bhabinkamtibmas, dan aparat kelurahan mendatangi rumah duka serta melakukan cek TKP pada Rabu, 30 April 2025 pukul 10.00 WIB.

Akibat peristiwa itu polisi berhasil mengamankan lokasi dan periksa Excavator. Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk 1 unit excavator merk HITACHI yang digunakan korban saat bekerja.

Batang kayu patah dengan bercak darah, lima lembar tisu berlumuran darah, bungkus rokok jenis Surya yang diidentifikasi sebagai milik korban.

Pemeriksaan pada tubuh korban mengungkap adanya luka di dada kiri, samping badan kiri, dan paha kiri, yang diduga menjadi penyebab kematian.

Sebagai langkah hukum, petugas memasang police line di sekitar lokasi dan terhadap alat berat yang terlibat untuk mengamankan status quo sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Tolak otopsi

Sementara pihak keluarga korban menolak otopsi. Meski demikian, keluarga korban melalui pernyataan resmi menyatakan tidak menginginkan otopsi dilakukan terhadap jenazah Hendi Rikson Munthe.

Proses penyelidikan tetap berlanjut untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan dan aspek keselamatan kerja di lokasi.

Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi, SIK, MH menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan. (Sabar Sitompul)