PADANGSIDIMPUAN, hariantabagsel.com- Sudah menjadi perbincangan publik soal dugaan Rumah Dinas Wali Kota Padangsidimpuan dijadikan tempat untuk memanggil dan bertemu dengan pimpinan OPD.

Isu yang beredar Rumah Dinas Wali Kota yang seharusnya ditempati Letnan Dalimunthe tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Malah diduga karena tidak ditempati Letnan Dalimunthe, Rumah Dinas Wali Kota Padangsidimpuan ini diduga disalahgunakan oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai ‘orang dekat penguasa’ untuk memanggil dan tempat bertemu dengan pimpinan OPD.

Atas hal inilah yang menimbulkan keresahan mengingat Rumah Dinas itu selain diduga tidak digunakan sebagaimana fungsinya juga menjadi sia-sia karena biaya pemeliharaan dan perawatan Rumah Dinas Jabatan Wali Kota Padangsidimpuan ini terus berjalan.

“Kalau memang tidak ditempati dan difungsikan sebagaimana mestinya ya kembalikan saja menjadi cagar budaya. Misalnya dijadikan muesum untuk menjadi tujuan wisata dan bisa di kutip retribusinya. Bertambah sumber PAD Kota Padangsidimpuan,” kata Ketua F-PDIP DPRD Kota Padangsidimpuan, Muhammad Fajar Dalimunthe, SH, MH.

Ditegaskannya sepanjang program pembangunan Kota Padangsidimpuan berorientasi kepada rakyat dan tidak keluar dari visi misi Letnan-Levi maka pihaknya akan mendukung sepenuhnya.

“Tapi jika di luar itu. Maka kami akan bersuara lantang dan keras,” ucapnya tegas. (Parlin Pohan)